Zigo Rolanda Soroti 1.813 Penerbangan Terdampak Karhutla

Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia meminta pemerintah memperkuat penanganan karhutla sekaligus memastikan keselamatan dan perlindungan penumpang yang terdampak.

Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.813 penerbangan terdampak karhutla sejak 11 Agustus hingga 12 Oktober 2026.

Gangguan tersebut meliputi keterlambatan, pembatalan, pengalihan penerbangan, dan pesawat yang kembali ke bandara asal.

Menurut Zigo, persoalan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai gangguan jadwal penerbangan.

Kabut asap yang menurunkan jarak pandang juga berkaitan dengan keselamatan transportasi udara, kepastian perjalanan masyarakat, serta dampak ekonomi bagi penumpang dan pelaku usaha.

“Keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas utama. Namun, penanganan tidak boleh berhenti pada keputusan menunda atau membatalkan penerbangan. Pemerintah harus memastikan sumber gangguan ditangani secara serius agar dampaknya tidak terus berulang,” kata Zigo Rolanda dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Dari sisi pengawasan Komisi V DPR RI, Zigo meminta Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, AirNav Indonesia, BMKG, dan maskapai memperkuat koordinasi dalam memantau jarak pandang, menyampaikan informasi perubahan jadwal secara cepat, serta memberikan kepastian mengenai penjadwalan ulang dan pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya langkah konkret lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemadaman karhutla, mencegah kebakaran berulang, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi sebaran asap.

Penanganan dari hulu dinilai penting agar beban gangguan tidak terus ditanggung masyarakat pengguna transportasi udara.

Zigo menegaskan, Komisi V DPR RI perlu memastikan keselamatan penerbangan, kualitas pelayanan transportasi, dan perlindungan hak penumpang berjalan beriringan.

“Evaluasi terhadap dampak karhutla harus menghasilkan langkah korektif yang terukur, bukan sekadar respons ketika bandara sudah mengalami gangguan,” tandasnya.

Scroll to Top