Wihaji Turun Langsung ke Subang Tangani Stunting

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Wihaji, bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, meninjau langsung kondisi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan stunting melalui penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Ada yang berbeda dalam kunjungan kerja Wihaji kali ini. Kehadiran Menko PMK Sugiono turut memperkuat koordinasi penanganan stunting dengan mengunjungi sejumlah keluarga yang membutuhkan perhatian pemerintah di berbagai lokasi di Kabupaten Subang.

Wihaji mengajak Sugiono berkeliling menggunakan sepeda motor bersama para penyuluh Keluarga Berencana (KB). Keduanya menjumpai keluarga dengan kondisi tempat tinggal yang kurang layak, termasuk keluarga yang memiliki ibu menyusui maupun balita, tetapi masih menghadapi keterbatasan sanitasi serta lingkungan yang kurang sehat.

Menurut Wihaji, kunjungan langsung ke lapangan merupakan bagian dari upaya mempercepat penyelesaian persoalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung, pemerintah diharapkan dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga berisiko stunting.

Sugiono turut menyoroti pentingnya pemanfaatan kekayaan dan aset negara untuk kepentingan masyarakat, termasuk dalam mendukung program penanganan stunting.

“Inilah mengapa, Bapak Presiden ingin menyelamatkan berbagai kekayaan dan aset negara. Agar semuanya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, contohnya untuk mengatasasi masalah stunting ini,” ujar Sugiono.

Di sela-sela rangkaian kunjungan, Wihaji dan Sugiono juga berdiskusi untuk mencari solusi atas persoalan yang ditemukan di lapangan. Upaya tersebut melibatkan pemerintah daerah, mulai dari bupati, kepala dinas, anggota DPRD, hingga berbagai pemangku kepentingan, termasuk media massa dan sektor swasta.

Selain memberikan edukasi secara langsung, pemerintah turut menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni serta bantuan nutrisi kepada keluarga berisiko stunting. Wihaji mempercayakan pendampingan dan tindak lanjut kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta para penyuluh KB di Jawa Barat.

“Kita perlu turun langsung selesaikan masalah. Sekecil apapun pasti bermakna. Menyelesaikan masalah satu generasi selalu dimulai dari penyelesaian masalah satu orang, satu keluarga. Ini yang pelan-pelan, namun terus kita upayakan,” ujar Wihaji.

Wihaji menekankan bahwa penyelesaian masalah stunting memerlukan perhatian terhadap kondisi setiap keluarga. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui pendampingan, perbaikan lingkungan tempat tinggal, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki risiko stunting.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Roswandi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Wihaji dan Sugiono terhadap penanganan stunting di wilayahnya.

Dadi menilai Jawa Barat memiliki peran penting dalam upaya penurunan stunting secara nasional. Karena itu, penanganan persoalan stunting di provinsi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target nasional.

“Permaslahan stunting di Jawa Barat ini bagaikan etalasae program secara nasional. Jika stunting selesai di Jabar, maka dua puluh persen nasional juga beres,” jelas Dadi.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penanganan stunting. Menurutnya, keberadaan Tim Pendamping Keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Dadi mengungkapkan bahwa Jawa Barat memiliki sekitar 100 ribu anggota TPK yang bekerja di lapangan. Di bawah bimbingan para penyuluh KB, mereka terus menjalankan tugas pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting.

Melalui kunjungan langsung, penyaluran bantuan, serta penguatan peran TPK dan penyuluh KB, Wihaji bersama Sugiono mendorong penanganan stunting yang berangkat dari kondisi nyata setiap keluarga. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan gizi, sanitasi, dan kelayakan tempat tinggal yang menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting di masyarakat. judul pendekin jadi satu baris aja

Scroll to Top