Jakarta (ANTARA) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk turut mengawal distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) pada kunjungannya di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (7/3).
Menurut Wihaji, program MBG 3B merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi kelompok rentan sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi masa depan. Distribusi MBG harus dikawal dengan baik agar benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
“Yang sudah berjalan harus terus kita kawal agar MBG 3B benar-benar sampai kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD sebagai penerima manfaat,” ujar Wihaji dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Berdasarkan data koordinator wilayah SPPG Provinsi Kalimantan Barat, saat ini terdapat 60 dapur SPPG di Kota Pontianak yang telah memfasilitasi penyaluran MBG bagi sasaran 3B, dengan target penerima manfaat meliputi 1.910 ibu hamil, 3.718 ibu menyusui, dan 12.808 balita non PAUD.
Ia juga menegaskan, keberhasilan pelaksanaan program MBG memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar program dapat berjalan efektif hingga tingkat keluarga di daerah.
“Program ini membutuhkan kerja sama antara kementerian di pusat dan pemerintah daerah. Kita harus saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014,” paparnya.
Wihaji juga kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk mengapresiasi program peningkatan kualitas gizi nasional tersebut karena MBG untuk 3B merupakan satu-satunya yang ada di dunia.
“Setelah kita mendistribusikan MBG, harapannya anak-anak kita tumbuh lebih baik. Di dunia ini ada banyak program MBG, tetapi yang secara khusus menyasar 3B hanya ada di Indonesia,” tuturnya.