Tinjau SPPG di Cianjur, Mendukbangga apresiasi pemberdayaan UMKM

Cianjur, Jawa Barat (ANTARA) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengapresiasi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, Jawa Barat.

“Di SPPG ini hilirisasinya jalan, semua produksi dan pasokan bahan bakunya dari lokal, sehingga memberdayakan UMKM, masyarakatnya juga berdaya,” katanya pada Rabu.

SPPG tersebut melayani Desa Sindangjaya dan Desa Cipanas, Cianjur, pada 12 satuan pendidikan atau 2.860 siswa, serta 290-an penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

“Produksi dari UMKM ini menjadi langkah baik untuk mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya meningkatkan gizi anak bangsa, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Wihaji.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cecep Muhammad Wahyudin mengemukakan, SPPG Cipanas Sindangjaya 5 memproduksi makanan siap makan atau ready to cook secara mandiri selama bulan puasa.

“Ini yang perlu diluruskan kepada masyarakat. Makanan ready to cook itu bukan berarti ultra proses atau UPF, karena ini 85 persennya sayur dan protein, 25 persennya olahan,” ujar Cecep.

Cecep menyampaikan, di SPPG tersebut terdapat 18 UMKM dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diberdayakan untuk memasok bahan baku Program MBG.

“18 itu yang kita awasi betul-betul agar rantai pasok kita juga terjaga. Semakin banyak pemasok, semakin beragam, semakin baik untuk pemerataan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, selama sebulan sekali, para kepala posyandu dan kepala sekolah dikumpulkan dalam program gathering untuk evaluasi sekaligus penyegaran agar Program MBG dapat berjalan secara lebih berkualitas.

“SPPG ini juga punya juru masak berpengalaman. Ada yang sudah pernah masak untuk jamaah haji di Arab Saudi selama kurang lebih tujuh tahun, jadi kualitasnya tidak perlu diragukan lagi,” ucap Cecep.

Sedangkan Kepala SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Anggi Awaludin, menyampaikan pihaknya juga memberikan insentif kepada para Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendistribusikan MBG untuk kelompok 3B.

“Insentif kami berikan dua minggu sekali, Rp1.000 per ompreng sesuai Peraturan Presiden, yang dihitung diantarkan selama enam hari, tidak dua kali saja. Ada dua titik di sini yang khusus melayani MBG untuk 3B,” kata Anggi.

Scroll to Top