Jakarta (ANTARA) – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan pihaknya terus berkoordinasi mencari tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal dan hilang di Selat Hormuz.
“Ada tiga WNI yang masih proses pencarian, ya, di kapal yang pekerjanya ada orang Indonesia; dan mitigasi proses bersama dengan otoritas yang di sana berjalan terus bersama KBRI, KJRI,” kata Mukhtarudin setelah acara Pelepasan 344 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Universitas Binawan, Jakarta, Selasa.
Terkait pengawasan para PMI yang berada di kawasan Timur Tengah, Mukhtarudin menjelaskan Pemerintah Indonesia dan KBRI setempat telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif mengingat situasi konflik dapat berubah.
Dia tidak menjelaskan secara rinci langkah-langkah apa yang akan dilakukan guna menghadapi situasi dan kondisi di Timur Tengah.
Namun demikian, Mukhtarudin menilai sebagian besar negara di Timur Tengah masih cukup kondusif untuk penempatan kerja bagi PMI. Dia pun menegaskan bahwa KBRI dan KJRI bersama dengan Kementerian P2MI terus memantau perkembangan situasi konflik Timur Tengah melalui pusat krisis dan saluran telepon siaga (hotline).
Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan tetap hadir memberikan perlindungan maksimal bagi para pekerja sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke Indonesia.
Sebelumnya, Jumat (6/3), tiga WNI yang bekerja di kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan hilang di Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden Direktur Binawan Group Said Saleh Alwaini mengatakan bahwa selain upaya perlindungan PMI oleh Pemerintah Indonesia, secara regulasi, hal itu juga merupakan tanggung jawab Binawan Group selama penempatan di negara tujuan.
Said pun menjelaskan pelindungan yang paling kuat adalah persiapan sebelum keberangkatan kerja, seperti pelatihan untuk menyiapkan mental dan komunitas di negara penempatan.
“Karena mereka kan posisinya di sana. Apa yang bisa dilakukan kami di sini terbatas, tetapi komunitas di sana, antara mereka sendiri, itu support system yang paling kuat,” ujar Said.
Binawan Group melepas 344 calon PMI untuk bekerja di luar negeri. Penempatan calon PMI itu dilakukan untuk Austria, Jerman, Belanda, Arab Saudi, Oman, Australia, Brunei Darussalam, dan Jepang.