Hasil riset Sintesa Strategi Indonesia (SSI) yang menunjukkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai penyumbang sentimen positif terbesar terhadap Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi bukti efektivitas komunikasi politik yang dibangun kader Partai Golkar di pemerintahan.
Ketua Media Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar, Nurul Arifin, mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi publik yang dilakukan Bahlil tidak hanya berhasil menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Temuan SSI menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan membutuhkan figur-figur yang mampu menerjemahkan visi besar Presiden menjadi bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Pak Bahlil selama ini konsisten menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah secara lugas, sehingga mampu membangun sentimen positif terhadap Presiden,” kata Nurul Arifin kepada media, Kamis, 9 Juli.
Menurut Anggota Komisi I DPR RI itu, sebagai partai utama pendukung pemerintahan, Golkar memang mendorong seluruh kader yang berada di kabinet agar menjadi komunikator kebijakan, bukan sekadar pelaksana program.
“Komunikasi publik tidak cukup hanya dilakukan Presiden. Menteri-menteri juga harus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjelaskan manfaat kebijakan kepada masyarakat. Dari hasil riset ini terlihat bahwa Pak Bahlil mampu menjalankan fungsi tersebut dengan baik,” ujarnya.
Berdasarkan penelitian SSI yang dilakukan melalui pemantauan media sosial dan media online sepanjang 5 Juni hingga 2 Juli 2026, Bahlil tercatat menjadi anggota kabinet dengan kontribusi sentimen positif terbesar terhadap Presiden Prabowo sebesar 40,1 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mencatat 31,5 persen dan Letkol Teddy sebesar 24,1 persen.
Nurul menilai capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi Bahlil dalam mengawal berbagai agenda strategis pemerintah, terutama di sektor energi, investasi, hilirisasi, dan ketahanan energi nasional.
“Beliau selalu hadir menjelaskan kebijakan secara langsung, menjawab kritik, sekaligus memberikan optimisme kepada masyarakat. Itu menjadi nilai tambah dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo,” katanya.
Di sisi lain, Nurul menilai hasil penelitian SSI juga menjadi pengingat bahwa komunikasi pemerintahan masih sangat bergantung pada figur Presiden. Karena itu, menurutnya, seluruh jajaran kabinet perlu meningkatkan kualitas komunikasi publik agar narasi pembangunan tidak hanya bertumpu pada satu tokoh.
“Ini menjadi evaluasi bersama. Pemerintah memiliki banyak program strategis yang perlu disampaikan secara masif. Seluruh menteri harus aktif menjadi juru bicara kebijakan di bidang masing-masing sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh,” ujarnya.
SSI sebelumnya mencatat lebih dari 231 juta paparan konten dan sekitar 1,07 juta percakapan digital terkait Presiden Prabowo selama periode penelitian. Sebanyak 71 persen percakapan berasal dari media sosial, sedangkan 29 persen berasal dari media online.
Riset tersebut juga menemukan bahwa komunikasi pemerintahan masih terpusat pada Presiden. Kurang dari 20 persen paparan konten mengenai Prabowo yang berkaitan langsung dengan Wakil Presiden maupun para menteri kabinet. Di tengah kondisi tersebut, Bahlil muncul sebagai figur kabinet dengan kontribusi sentimen positif terbesar terhadap Presiden, yang dinilai menunjukkan efektivitas komunikasi kebijakan yang dibangunnya di ruang digital.
Menurut anggota DPR RI dari Dapil Jabar I ini, hasil tersebut menjadi motivasi agar kader-kader partai yang berada di pemerintahan terus mengedepankan komunikasi yang informatif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Yang terpenting bukan sekadar popularitas, tetapi bagaimana komunikasi itu mampu membangun pemahaman publik terhadap kebijakan pemerintah sehingga kepercayaan masyarakat kepada Presiden dan pemerintah semakin kuat,” katanya.