Menteri P2MI kirim seribuan calon PMI Bali ke Bulgaria, moratorium pengiriman ART

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melepas seribu lebih calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali ke Bulgaria.

Bulgaria menjadi salah satu negara penempatan karena perlindungannya bagus, jaminan sosial jelas, gaji bagi PMI tinggi, dan negara tersebut aman dari konflik.

Seribuan anak muda Bali yang terpilih sudah menjalani pelatihan selama enam hingga 12 bulan di bidang hospitality, sehingga dinilai sudah mampu memenuhi kualifikasi di negara Eropa Timur tersebut.

Calon-calon PMI dari seluruh kabupaten/kota di Bali ini rencananya akan diberangkatkan bertahap mulai 9 April 2026.

P3MI saat ini masih memproses dokumen beberapa pekerja migran.

“Bulgaria menjadi salah satu negara tujuan yang sudah kami profiling (analisis) menjadi negara penempatan.

Dan, hari ini pelepasan seribu calon PMI bertahap dengan nanti proses OPP (orientasi pra-pemberangkatan) dan lain-lain mereka kami persiapkan,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin dilansir dari Antara.

Mukhtarudin mengatakan sekarang dan ke depannya, pemerintah hanya fokus pada penempatan PMI di sektor formal atau profesional di bawah badan usaha.

Untuk pekerjaan seperti asisten rumah tangga (ART) bakal dimoratorium.

“Kalau paradigma lama mengirim tenaga kerja yang tidak punya keahlian, tetapi sekarang ke depan kita akan terus menerus meningkatkan pengiriman pekerja migran yang punya keahlian dan kompetensi.

Indonesia punya peluang besar untuk mengisi pasar-pasar kerja global,” ujarnya.

Menteri P2MI pun berpesan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, justru selama masa kontrak di Bulgaria mereka diminta membangun jejaring dengan WNA setempat.

Ia meyakini, membangun jejaring dan mencari ilmu merupakan hal penting, apalagi ketika kembali ke tanah air para PMI bisa membangun usaha baru bersama jejaringnya di sana.

“Jutaan orang hari ini mencari pekerjaan, sedangkan anak-anak hari ini sudah masuk tinggal beberapa tahap lagi.

Jadi, tolong bekerja dengan baik, tanggung jawab tinggi, taati aturan, bekerja dengan disiplin.

Jaga integritas jangan sampai nanti berbuat hal-hal yang bisa merugikan anak-anak sendiri, bergaul yang positif untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan diri,” tuturnya. 

Scroll to Top