SERAMBINEWS.COM – Banjir bandang disertai angin kencang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025, menyebabkan kerusakan parah pada jaringan listrik.
Sebanyak 12 tower transmisi di jalur Bireuen-Arun roboh sehingga memicu pemadaman listrik berkepanjangan di berbagai kabupaten dan kota.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kabupaten Bireuen pada Selasa (2/12/2025).
Dalam kunjungan itu, ia memastikan percepatan pemulihan pasokan listrik dengan pemasangan tower emergency untuk menggantikan menara transmisi yang rusak.
Titik kunjungan dilakukan di Kecamatan Juli dan Kecamatan Peusangan, dua wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir.
Kehadiran pejabat pusat bersama wakil rakyat dan pemerintah daerah disebut sebagai bentuk sinergi untuk mempercepat pemulihan.
Data Kementerian ESDM dan PLN menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari 263 penyulang yang padam, 153 penyulang atau 58,2 persen sudah kembali normal.
Dari 9.669 gardu distribusi, 6.844 gardu atau 70,8 persen, telah beroperasi kembali. Beban listrik yang pulih mencapai 173,05 MW atau 69,8 persen, dengan 727.735 pelanggan atau 69,7 persen, kembali menikmati listrik.
Bahlil menegaskan, bahwa target pemerintah adalah seluruh jaringan listrik di wilayah terdampak banjir dapat pulih dalam pekan ini.
Ia juga mengapresiasi kerja keras petugas PLN yang harus menghadapi medan sulit akibat banjir dan longsor.
Dalam pernyataannya, Bahlil menekankan bahwa percepatan pemulihan listrik merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berjuang.
Pemulihan listrik, menurutnya, bukan sekadar soal teknis, melainkan juga soal memastikan kehidupan warga kembali normal.
Selain listrik, pemerintah juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjamin ketersediaan BBM dan energi di wilayah terdampak, sehingga aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat segera berjalan.