Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) terus memperkuat ekosistem industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional melalui pengembangan kemitraan dan rantai pasok lokal. Langkah ini dilakukan untuk mendorong daya saing industri kosmetik Indonesia di tengah pertumbuhan pasar yang terus meningkat.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri kosmetik menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek cerah karena permintaan pasar domestik dan global terus tumbuh.
“Dengan jumlah pelaku usaha yang semakin besar, kami berharap industri ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen domestik, tetapi juga memperluas kontribusinya terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menperin Agus Gumiwang dalam keterangannya, Selasa (19/5).
Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah industri kosmetik nasional meningkat dari 1.292 industri pada 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir 2025. Sebanyak 90 persen di antaranya berasal dari sektor IKM.
Tak hanya itu, nilai ekspor kosmetik Indonesia juga naik dari USD417 juta pada 2024 menjadi USD473,8 juta pada 2025. Kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan industri kosmetik nasional.
Untuk memperkuat ekosistem industri, Ditjen IKMA Kemenperin menggelar Pre-Event Temu Bisnis bertema Local Supply Chain for Cosmetic Industry pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pameran Indonesia Cosmetics Ingredients (ICI) 2026.