JAKARTA, kabarbisnis.com – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mampu mencapai kisaran 5,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Optimisme ini didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai, aktivitas ekonomi selama Ramadhan menunjukkan tren positif yang cukup kuat untuk menopang target tersebut.
“Kelihatannya target 5,5% bisa dicapai dari geliat selama Ramadan kemarin,” ujar Airlangga, dikutip Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga yang meningkat saat Ramadan dan Lebaran menjadi faktor utama penggerak pertumbuhan ekonomi di awal tahun. Selain itu, berbagai program stimulus pemerintah turut memperkuat daya beli masyarakat.
Namun, pemerintah juga mencermati potensi kenaikan inflasi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dipicu oleh tidak berlanjutnya program diskon tarif listrik sebesar 50% yang sebelumnya berlaku hingga Februari 2025.
“Tahun lalu ada diskon tarif listrik sehingga inflasi dari sektor listrik mengalami deflasi. Tahun ini tidak ada, sehingga angkanya relatif lebih tinggi,” jelasnya.
Meski tekanan inflasi meningkat, pemerintah tetap yakin konsumsi domestik akan tetap solid. Untuk menjaga momentum tersebut, sejumlah kebijakan stimulus telah digelontorkan sejak awal tahun.
Di sektor transportasi, pemerintah memberikan berbagai insentif mudik Lebaran, antara lain diskon tiket kereta api dan angkutan laut sebesar 30%, tarif penyeberangan gratis 100%, serta potongan harga tiket pesawat hingga 17-18%. Total anggaran untuk program ini mencapai Rp 911,16 miliar.
Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan pangan senilai Rp 12 triliun kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama Februari dan Maret 2026.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp 55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada sekitar 10,5 juta aparatur negara, termasuk ASN, PPPK, TNI, Polri, dan pensiunan.
Dengan kombinasi stimulus fiskal, belanja negara, serta meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode hari besar keagamaan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5% hingga 5,6% yoy.
Momentum ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026.