Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus kader Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat melalui kegiatan Tour de EnTeTe 2026. Tidak hanya menjadi ajang olahraga dengan berjalan kaki sejauh 15 kilometer, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau langsung kondisi rumah warga yang tidak layak huni serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Melki saat membuka Tour de EnTeTe 2026 di depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nurobo, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, NTT, Rabu (4/11/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut, Melki menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi 10 warga, masing-masing lima penerima manfaat di Kabupaten Malaka dan lima di Kabupaten Belu.
Selama perjalanan, Melki bersama rombongan turut meninjau kondisi rumah warga yang menjadi sasaran bantuan. Kegiatan tersebut dirancang agar perjalanan olahraga sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita membuat ini dengan jalan kaki dan lari. Sejarah pertama Tour de EnTeTe kita mulai dari Malaka. Kisah hari ini akan menjadi sejarah,” ujar Melki, disambut tepuk tangan para peserta.
Menurut Melki, kegiatan yang melibatkan ribuan pelajar dari jenjang SD hingga SMA, termasuk peserta dari Kabupaten Malaka, Belu, dan Timor Tengah Utara, merupakan gerakan bersama yang perlu dijalankan secara sukarela dan penuh kegembiraan.
Para peserta diajak berjalan kaki menempuh jarak 15 kilometer sesuai kemampuan masing-masing. Rangkaian kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan agenda lomba lari sejauh 10 kilometer.
Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tidak ingin peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT hanya berlangsung sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, perayaan hari jadi daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di setiap wilayah yang dilalui.
Karena itu, Melki meminta agar setiap titik perjalanan dimanfaatkan untuk mengidentifikasi rumah warga yang membutuhkan bantuan perbaikan. Selain kondisi hunian masyarakat, ia juga menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur jalan provinsi yang dilalui selama kegiatan.
“Setiap perjalanan, di setiap titik, saya minta kita melihat lima rumah. Sekaligus jalan provinsi harus dibenahi,” katanya.
Selain meninjau kondisi rumah dan infrastruktur, Melki memberikan arahan khusus kepada para pejabat pemerintah yang mengikuti Tour de EnTeTe 2026. Ia meminta agar para pejabat tidak hanya menginap di hotel, tetapi juga memanfaatkan rumah warga sebagai tempat menginap selama berada di daerah.
Para pejabat diminta membayar biaya penginapan kepada pemilik rumah sebagaimana mereka membayar tarif hotel. Menurut Melki, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat secara langsung.
Melalui pendekatan itu, kehadiran rombongan pemerintah di berbagai daerah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, termasuk warga yang menyediakan tempat tinggal dan layanan pendukung selama kegiatan berlangsung.
Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, Tour de EnTeTe 2026 juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah serta gerakan penanaman pohon sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita lakukan ini juga dalam rangka menggerakkan ekonomi rakyat dan masyarakat, gerakan pariwisata, serta gerakan tanam pohon,” ujarnya.
Tour de EnTeTe 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Provinsi NTT dalam menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 4 November hingga 12 Desember 2026 dengan melibatkan berbagai wilayah kepulauan di NTT.
Kegiatan tersebut dirancang melalui tujuh etape yang menjangkau Daratan Timor, Daratan Sumba, Daratan Flores, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Alor.
Etape pertama berlangsung di Daratan Timor pada 4–7 November 2026, dengan agenda jalan sehat dan lomba lari 10 kilometer di sejumlah kabupaten dan kota.
Selanjutnya, etape kedua dijadwalkan berlangsung di Pulau Sumba pada 11–14 November 2026, disusul etape ketiga di Pulau Flores pada 18–21 November 2026.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kabupaten Sabu Raijua pada 25–26 November, Kabupaten Rote Ndao pada 27–28 November, Kabupaten Lembata pada 2–3 Desember, serta Kabupaten Alor pada 4–5 Desember 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup melalui Kupang Exotic Run, berupa lomba lari sejauh 10 kilometer di Kota Kupang pada 12 Desember 2026.
Melki berharap Tour de EnTeTe yang menjangkau berbagai wilayah kepulauan tersebut dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah. Ia juga menilai dimulainya kegiatan dari Kabupaten Malaka menjadi bagian dari sejarah baru dalam penyelenggaraan peringatan hari jadi Provinsi NTT.
“Dari Malaka kita buat sejarah baru di NTT dan Indonesia. Baru pertama kali ulang tahun provinsi digelar seperti ini,” kata Melki.
Melalui Tour de EnTeTe 2026, Pemerintah Provinsi NTT menggabungkan kegiatan olahraga, peninjauan kondisi hunian masyarakat, perbaikan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah yang dilalui.