Anggota Komisi I DPR RI Gavriel P. Novanto menegaskan ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang tidak lagi terbatas pada sektor pertanian. Tetapi berkaitan langsung dengan kemandirian bangsa, stabilitas sosial, dan ketahanan ekonomi.
Hal tersebut disampaikannya dalam Webinar Literasi Digital bertema “Ketahanan Pangan”, Selasa, 28 April 2026. Gavriel menjelaskan, tantangan ketahanan pangan saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, gangguan rantai pasok global, hingga fluktuasi harga bahan pokok.
Karena itu, diperlukan langkah terpadu yang melibatkan berbagai pihak. “Ketahanan pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa,” ucapnya.
“Negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan menjaga keterjangkauan bagi rakyat,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung sektor pangan, seperti modernisasi pertanian, distribusi berbasis data, pemasaran digital produk lokal.
“Teknologi digital harus hadir membantu petani, nelayan, dan pelaku UMKM pangan. Serta memperpendek rantai distribusi agar masyarakat memperoleh pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau,” katanya.
Selain itu, Gavriel mendorong penguatan literasi digital masyarakat agar mampu memanfaatkan platform digital secara produktif. Dalam kegiatan tersebut, narasumber lain seperti Wildan Hakim menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam membangun kesadaran masyarakat terkait ketahanan pangan.
Sementara Narila Mutia Nasir menekankan keterkaitan antara ketahanan pangan dan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan semakin meningkat, sekaligus mendorong terwujudnya sistem pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.