Komisi VI nilai BBM subsidi tak naik positif bagi stabilitas industri

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menilai penegasan pemerintah bahwa harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan naik pada tahun 2026 berdampak positif bagi stabilitas industri.

Menurut dia, kebijakan itu menjadi sinyal kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. Kebijakan ini dinilai mampu meredam gejolak biaya produksi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Stabilitas harga energi menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi, sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga,” ucap Nurdin, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Selasa.

Ia memandang kepastian yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kebijakan ini dinilai tidak hanya berdampak pada sektor industri besar, tetapi juga memberikan perlindungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang rentan terhadap fluktuasi biaya input.

Dengan terkendalinya harga BBM, tekanan biaya diyakini dapat diminimalkan sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk mempertahankan margin usaha dan menjaga keberlangsungan operasional.

Di sisi lain, stabilitas harga energi juga berkontribusi dalam menahan tekanan inflasi dan menjaga konsumsi domestik tetap kuat.

Meski demikian, legislator bidang urusan perdagangan dan investasi itu menegaskan bahwa efektivitas kebijakan subsidi sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan kedisiplinan dalam penggunaannya.

Menurut Nurdin, tanpa pengawasan yang optimal, beban fiskal negara berpotensi meningkat dan mengurangi ruang kebijakan pemerintah ke depan.

“Subsidi harus digunakan secara bijak dan tepat sasaran. Ini adalah instrumen perlindungan sosial, bukan untuk disalahgunakan,” ucapnya.

Dia mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi kebocoran, sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.

Ia menekankan konsistensi kebijakan dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Kepastian harga BBM subsidi ini perlu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan industri nasional. “Dengan stabilitas yang terjaga, industri memiliki peluang untuk tumbuh lebih resilience (tangguh) dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global,” kata Nurdin.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini, meskipun harga minyak dunia terus meningkat akibat eskalasi konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Namun, ia tidak dapat memprediksi maupun memberikan jaminan terkait dinamika harga BBM non-subsidi karena komoditas tersebut tidak termasuk yang mendapatkan keringanan harga dari pemerintah.

“Kami siap tidak menaikkan (harga) sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4).

Scroll to Top