Kader Tak Perform Bakalan Diganti, Meski Teman Sendiri

Rakyat Merdeka – Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia me-warning seluruh skuadnya di posisi strategis, baik di legislatif dan eksekutif untuk totalitas berjuang untuk rakyat. Jika tidak bekerja optimal, siap-siap untuk rotasi. Termasuk, temen sendiri juga bakal diganti.

“Bahkan mungkin dalam rolling-rolling fraksi, bagi yang tidak perform, sekalipun dia teman kita, kita harus cari pemain pengganti,” kata Bahlil pada acara Training of Trainer (ToT) Sosialisasi 4 Pilar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/22026) malam. 

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ini berkelakar, seluruh kader Golkar merupakan politisi yang matang. Bahkan, Bahlil mengibaratkan kader Golkar dalam permainan futsal bahwa semua skuadnya adalah striker, atau penyerang yang siap mencetak gol. 

“Setiap kader merupakan pemain kunci yang dituntut bergerak cepat, strategis, dan efektif demi mencetak gol untuk kemajuan partai,” ujarnya.

Bahlil bahkan mengaitkan permi salan tersebut dengan fenomena yang tengah ramai diperbincangkan. Yakni, keberhasilan Timnas Futsal Indonesia melaju hingga babak final AFC. Bahlil menilai, capaian tersebut sebagai contoh determinasi dan kerja keras yang patut diteladani seluruh kader Golkar. 

“Futsal itu tidak mesti habis pertandingan baru ganti pemain. Tiga menit capek, keluar, baru masuk. Tujuannya kan gol,” jelasnya. 

Dengan prinsip evaluasi kinerja, Bahlil menegaskan, juga berlaku bagi dirinya sebagai Menteri ESDM dalam Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. “Saya pun kalau tidak perform bisa dievaluasi oleh Presiden. Tapi selama perform, sorry ye,” ungkapnya. 

Di acara tersebut, Bahlil juga menjelaskan arah perjuangan partainya sejak pertama kali berdiri pada 20 Oktober 1964. Di usia menuju 62 tahun ini, kata dia, Partai Golkar dipastikan sedari dahulu hingga saat ini memiliki tujuan utama mempertahankan ideologi Pancasila. 

“Kita harus menjaga kebhinekaan yang merupakan aset terbesar negara. Ini harus dibuktikan dalam perilaku perjuangan politik kita, dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika,” imbuhnya. 

Bahlil juga berbagi pengalaman kehidupan toleransi di kampung halamannya, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang dikenal dengan semboyan persaudaraan Tiga Tungku Satu Batu. Di Fakfak, kata dia, toleransi sangat nyata. 

“Dalam satu keluarga, ada Islam, Katolik, dan Protestan. Hidup dalam satu rumah,” tuturnya. 

Menurut Bahlil, terdapat dua hal fundamental yang harus terus diperjuangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni demokrasi dan keadilan sosial. 

“Demokrasi itu ada di sila ke empat, dan keadilan sosial men jadi cita-cita kita bersama. Gol kar berjuang di nilai-nilai itu,” tegasnya. 

Demokrasi Indonesia, tegas Bahlil, harus berlandaskan Pancasila dan konstitusi negara sebagai pedoman utama. Praktik demokrasi, kata dia, tidak boleh kebablasan dan harus tetap selaras dengan nilai-nilai kebangsaan. 

Sebagai partai pendukung Pemerintahan, Golkar, lanjut Bahlil, akan terus mengawal proses politik agar berjalan sesuai amanat konstitusi dan nilai-nilai Empat Pilar MPR sebagai perekat persatuan bangsa. Demokrasi di Indonesia, kata dia, harus kembali merujuk pada Pancasila sebagai ideologi dasar berbangsa dan bernegara. 

“Golkar mendorong reformulasi sistem pemilihan agar demokrasi tetap sehat dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Bahlil.

Scroll to Top