Idealisman Dachi kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Nias Selatan untuk masa jabatan 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI

Kembali Pimpin Golkar Nias Selatan Idealisman Dachi Dihadapkan Pekerjaan Besar hingga 2029

Idealisman Dachi kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Nias Selatan untuk masa jabatan 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung di Gedung PAS Cinta Kasih, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Telukdalam, Kecamatan Telukdalam, Jumat (30/10/2026). Terpilihnya Idealisman sebagai calon tunggal memperlihatkan tidak adanya persaingan dalam tahap akhir pemilihan, sekaligus menempatkan konsolidasi organisasi sebagai pekerjaan penting bagi kepengurusan baru.

Dalam proses penjaringan dan verifikasi bakal calon ketua, terdapat dua nama yang sebelumnya mendaftar. Namun, hanya Idealisman Dachi yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi sehingga maju sebagai calon tunggal dalam Musda tersebut.

Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI, Waspada Laia, menjelaskan seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Dengan hanya satu calon yang memenuhi persyaratan, Idealisman kembali memperoleh kepercayaan untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu di Nias Selatan.

Terpilihnya secara aklamasi atau melalui mekanisme tanpa persaingan antarkandidat menjadi salah satu hal yang menonjol dalam Musda kali ini. Namun, hasil tersebut tidak dengan sendirinya menjawab seluruh tantangan internal partai. Kepengurusan baru tetap perlu memastikan bahwa dukungan dalam forum Musda dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang solid setelah kepemimpinan terbentuk.

Sebab, dinamika organisasi tidak berhenti ketika ketua terpilih ditetapkan. Tantangan berikutnya adalah merangkul seluruh kader, termasuk mereka yang sebelumnya terlibat dalam proses penjaringan, serta memastikan seluruh potensi partai mendapat ruang dalam kepengurusan dan agenda politik ke depan.

Aklamasi Menjadi Awal Konsolidasi

Perwakilan DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara, Roler Harahap, secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan setelah Musda. Ia meminta kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa atau kelurahan.

Roler menyebut konsolidasi perlu menjangkau 35 kecamatan serta 459 desa dan kelurahan di Kabupaten Nias Selatan. Cakupan tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan organisasi yang harus ditangani untuk memastikan keberadaan Golkar tidak hanya terlihat di tingkat kepengurusan kabupaten, tetapi juga aktif hingga lapisan masyarakat paling bawah.

“Bertanding untuk bersanding. Jadi seluruh kekuatan partai, seluruh potensi-potensi yang ada di Partai Golkar harus ikut diajak untuk membesarkan Partai Golkar,” tegas Roler.

Pesan tersebut menjadi penting dalam konteks terpilihnya Idealisman sebagai calon tunggal. Tidak adanya kompetisi pada tahap akhir pemilihan perlu diikuti dengan upaya membangun kebersamaan yang lebih luas. Persatuan kader menjadi modal organisasi untuk menjalankan program partai, memperkuat struktur, dan menjaga kesinambungan kerja politik.

Konsolidasi juga bukan sekadar mengisi struktur kepengurusan. Tantangannya adalah memastikan pengurus di setiap tingkatan menjalankan fungsi organisasi, membangun komunikasi dengan kader, serta menjaga hubungan antara struktur kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Dengan wilayah organisasi yang tersebar di 35 kecamatan dan 459 desa atau kelurahan, efektivitas konsolidasi akan sangat bergantung pada kemampuan kepengurusan baru membangun koordinasi secara berkelanjutan. Karena itu, arahan DPD Golkar Sumatera Utara menempatkan penguatan struktur sebagai salah satu agenda awal setelah Musda.

Tantangan Memperkuat Peran Politik di Daerah

Selain konsolidasi internal, kepengurusan Idealisman juga menghadapi tantangan untuk memperkuat peran Golkar dalam kehidupan masyarakat Nias Selatan. Partai tidak cukup hanya memastikan struktur organisasi berjalan, tetapi juga perlu menjaga hubungan dengan masyarakat dan memperjuangkan aspirasi yang berkembang di daerah.

Harapan tersebut turut disampaikan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Staf Ahli, Setao Amazihono, yang mewakili Bupati. Pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan Musda XI dan berharap kepengurusan terpilih dapat membangun kemitraan yang harmonis dengan pemerintah.

Kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hubungan kelembagaan, tetapi juga dapat mendukung pengawalan aspirasi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan Golkar di daerah dapat berkontribusi dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat melalui peran politik dan fungsi partai.

Harapan pemerintah daerah itu sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru untuk menjaga komunikasi dengan berbagai pihak. Hubungan yang baik dengan pemerintah perlu berjalan seiring dengan peran partai dalam menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan persoalan yang dihadapi warga.

Musda XI sendiri dihadiri perwakilan DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara, jajaran Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, perwakilan Kejaksaan Negeri Nias, Polres Nias Selatan, pengurus DPD Golkar Nias Selatan, serta kader dari berbagai kecamatan.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, aparat, dan jajaran partai menunjukkan Musda menjadi forum konsolidasi yang melibatkan berbagai unsur di daerah. Namun, pekerjaan utama kepengurusan setelah forum tersebut adalah memastikan hasil musyawarah dapat diterjemahkan menjadi program dan aktivitas organisasi.

Lima Tahun Kepemimpinan Menjadi Ujian

Dengan masa jabatan 2026-2031, Idealisman Dachi memiliki periode lima tahun untuk memperkuat organisasi dan menjaga soliditas kader Golkar di Nias Selatan. Terpilihnya kembali melalui Musda XI memberikan kesinambungan kepemimpinan, tetapi sekaligus membawa tanggung jawab untuk menjawab kebutuhan konsolidasi yang telah ditekankan perwakilan DPD Golkar Sumatera Utara.

Setidaknya ada tiga pekerjaan penting yang mengemuka dari hasil Musda tersebut. Pertama, memperkuat struktur organisasi hingga 35 kecamatan dan 459 desa atau kelurahan. Kedua, merangkul seluruh potensi kader agar dinamika penjaringan tidak berkembang menjadi perpecahan internal. Ketiga, membangun kemitraan dengan pemerintah daerah sekaligus menjaga keterhubungan partai dengan aspirasi masyarakat.

Terpilihnya Idealisman secara aklamasi menjadi titik awal kepemimpinan periode baru. Ukuran keberhasilan kepengurusan berikutnya bukan hanya terletak pada proses pemilihan yang telah selesai, melainkan pada kemampuan menjaga persatuan, menggerakkan organisasi hingga tingkat bawah, dan memperkuat peran Golkar di tengah masyarakat Nias Selatan.

Scroll to Top