Hetifah Sjaifudian Ajak Penerima PKH Paser Manfaatkan Teknologi untuk Naik Kelas

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pemberdayaan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) melalui sosialisasi peningkatan kapasitas pengguna riset dan inovasi masyarakat bertema “Inovasi Digital untuk Memperkuat Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat PKH”.

Kegiatan diikuti puluhan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta penerima manfaat dari berbagai desa.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Anggota DPRD Kabupaten Paser dan sejumlah tamu undangan di Hotel Kryad Sadurengas, Kabupaten Paser, Rabu (26/8/2026).

Acara sosialisasi dibuka secara daring oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pemberdayaan keluarga penerima manfaat PKH.

Dalam sambutannya, Hetifah menyampaikan harapan agar para pendamping maupun penerima manfaat dapat memberikan masukan berharga sebagai bekal dirinya bekerja di Komisi VIII DPR RI.

“PKH bukan sekadar bantuan tunai, melainkan memiliki dimensi pemberdayaan dengan tujuan akhir agar keluarga menjadi mandiri dan sejahtera,” terang Hetifah.

PKH Tidak Sekadar Bantuan

Ditegaskan bahwa bantuan sosial memang penting, namun penguatan kapasitas keluarga tidak kalah krusial.

Menurutnya, pendampingan rutin harus dibarengi dengan pengembangan keterampilan serta perubahan pola pikir agar keluarga penerima manfaat dapat naik kelas.

“Di sinilah peran teknologi digital menjadi sangat penting. Melalui teknologi, akses informasi lebih mudah, peluang usaha lebih luas, bahkan keterampilan bisa dipelajari secara online. Transaksi bisnis pun kini semakin sederhana dengan dukungan aplikasi digital,” tambahnya.

Hetifah mencontohkan berbagai layanan publik maupun kesempatan pendidikan yang kini berbasis digital. Pendaftaran sekolah, informasi beasiswa, hingga lowongan pekerjaan banyak diumumkan secara daring.

“Kalau kita tidak beradaptasi, kesempatan yang tersedia akan semakin sulit dijangkau. Era digital bukan pilihan, tetapi kenyataan yang harus dihadapi bersama,” tegasnya.

Hetifah juga menyoroti pentingnya pemanfaatan aplikasi digital bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Kalau ibu berjualan kue, sekarang bisa menggunakan WhatsApp atau aplikasi COD untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak. Dengan cara ini, usaha kecil bisa berkembang lebih luas,” bebernya.

Selain mendukung usaha, teknologi digital juga dapat membantu keluarga mengatur keuangan, mencari informasi pelatihan, berkomunikasi dengan sekolah anak, hingga memperoleh tambahan penghasilan.

Hetifah menekankan bahwa inovasi lokal juga perlu dimanfaatkan. Ia menyebut Kabupaten Paser memiliki 70 produk unggulan yang bisa dikembangkan dengan dukungan teknologi.

“Ada alat saringan dan berbagai hasil inovasi lain, bukan hanya di Paser tetapi juga di daerah lain seperti Pasuruan dan Kaltim. Bahkan BRIN memiliki 10 ribu peneliti di pusat yang bisa menjadi mitra kita,” ungkapnya.

Dengan dukungan riset dan inovasi, Hetifah berharap keluarga penerima manfaat PKH dapat memanfaatkan peluang digital untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kita bisa naik kelas dengan inovasi. Mari bersama-sama beradaptasi agar keluarga PKH tidak lagi gagap teknologi dan mampu mandiri di era digital,” pungkas Hetifah.

Mengenal Program Keluarga Harapan

Program Keluarga Harapan atau PKH merupakan program bantuan sosial yang menyasar keluarga yang memenuhi kriteria tertentu dan dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Dalam pelaksanaannya, pendampingan menjadi bagian penting agar keluarga penerima manfaat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan menuju kemandirian.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pendampingan PKH diharapkan dapat memperluas akses keluarga terhadap informasi, keterampilan, serta peluang ekonomi.

Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menjadi perkembangan teknologi, tetapi dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Scroll to Top