Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hamka B. Kady mendorong pembaruan simulator sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi transportasi darat.
Menurut Hamka, sarana pendidikan di sekolah transportasi darat secara umum sudah cukup memadai. Namun, fasilitas simulator yang digunakan untuk melatih keterampilan teknis peserta didik perlu terus diperbarui agar pembelajaran dapat semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Apa yang menjadi target atau tujuan pendidikan mereka ya. Nah, itu yang paling penting menurut saya. Yang masih kurang harus kita pikirkan adalah simulator-simulator yang merupakan sarana untuk belajar, sarana untuk melakukan kegiatan-kegiatan vokasinya untuk membuktikan pengetahuan yang diperoleh di sini dapat diaplikasikan di masyarakat, terutama di sektor darat,” ujar Hamka.
Ia menilai keberadaan simulator modern penting karena pendidikan vokasi tidak cukup hanya memberikan pengetahuan teoritis. Peserta didik juga perlu dibekali pengalaman praktik yang mendekati kondisi nyata agar lebih siap ketika memasuki dunia kerja.
Hamka juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan pada sektor transportasi darat. Karena itu, kualitas sarana praktik dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan kesiapan dan kompetensi lulusan.
“Karena kita paham bahwa di sektor darat itu tingkat kecelakaannya itu sangat tinggi,” katanya.
Selain pembaruan simulator, Hamka turut mendorong peningkatan kompetensi tenaga pengajar. Menurutnya, instruktur memiliki peran penting dalam memastikan peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki keterampilan teknis serta kesiapan menghadapi situasi di lapangan.
Penguatan sarana praktik dan kualitas tenaga pengajar tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan transportasi darat sekaligus menyiapkan lulusan pendidikan vokasi yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan sektor transportasi.