JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menerima kunjungan jajaran pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam sebuah pertemuan silaturahmi politik. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua partai untuk mempererat komunikasi, memperkuat koalisi, serta memastikan keberhasilan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyatakan PKS memiliki peran penting bagi koalisi Prabowo-Gibran.
“PKS memiliki posisioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” kata Bahlil membuka pembicaraan.
Senada dengan Bahlil, Presiden PKS, Al
MUzammil Yusuf menyatakan bahwa kehadiran PKS di dalam koalisi pemerintahan merupakan langkah strategis yang didasari kesamaan visi.
”Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab, karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat. Jadi bagi kami, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab seluruh partai pendukung koalisi,” ujar Al Muzammil
Presiden PKS menyambut baik hangatnya komunikasi antar kedua partai dan mengungkapkan rasa optimismenya berada di dalam barisan pemerintahan saat ini.
”Kami datang dalam perpolitikan Indonesia dengan harapan bisa meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar,” ungkap Presiden PKS.
Menyambut pernyataan PKS, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan kembali komitmen penuh Partai Golkar untuk menyokong keberlanjutan program-program strategis nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
”Pertemuan semacam ini penting agar kita bisa berkolaborasi untuk saling menghadirkan manfaat. Apalagi kita sebagai partai koalisi yang menginginkan kesuksesan pemerintahan,” tutur Bahlil Lahadalia.
Tak hanya menyelaraskan pandangan politik, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga menyodorkan ruang kerja sama konkret di berbagai sektor prioritas. Golkar mengajak PKS berkolaborasi aktif menyuarakan pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina di kancah internasional, sekaligus memacu penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM. Di saat yang sama, kedua partai bersepakat memperkokoh kebijakan sektor energi nasional demi mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Selain pembahasan program kedepan, kedua pihak turut mendiskusikan poin-poin krusial terkait rencana pembahasannya RUU Pemilu demi mewujudkan iklim demokrasi yang lebih sehat.
”Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas,” pungkas Bahlil.
Sebagai tindaklanjut pertemuan tersebut telah ditunjuk Sekjend Golkar Muhammad Sarmuji dan Sekjend PKS Muhammad Kholid untuk mendetailkan format kerja sama ke depan.
Melalui pertemuan ini, Partai Golkar dan PKS sepakat untuk terus bahu-membahu menyelaraskan langkah politik di parlemen maupun di tengah masyarakat demi menjaga stabilitas politik serta kesejahteraan rakyat.