Pengembangan energi geothermal dinilai tidak cukup hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik. Pemerintah mendorong pemanfaatan geothermal untuk menghasilkan kegiatan ekonomi lain, seperti pengeringan kopi dan pengembangan industri, sehingga sumber energi tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas serta menciptakan lapangan pekerjaan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemanfaatan geothermal perlu dikembangkan di luar sektor kelistrikan untuk menghasilkan kegiatan ekonomi baru. Hal tersebut ia ungkapkan dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di JCC, Senayan, Jakarta, dikutip pada Minggu (23/08/2026).
Geothermal Tidak Hanya untuk Listrik
Bahlil mengatakan pengembangan geothermal selama ini tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi peningkatan kapasitas pembangkit listrik. Menurutnya, energi geothermal juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi lain.
“Yang lain adalah, geotermal dalam pandangan saya, tidak hanya pada konteks bagaimana kita meningkatkan kemampuan listrik kita di sektor geothermal. Tapi juga bagaimana kita mampu melakukan konversi untuk melahirkan ekonomi yang lain,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, pemanfaatan tersebut dapat diarahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ia menyebut sejumlah pemanfaatan geothermal di beberapa wilayah telah dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi.
Pengeringan Kopi hingga Industri
Salah satu contoh yang disebut Bahlil adalah pemanfaatan geothermal untuk proses pengeringan kopi. Selain itu, ia menyebut terdapat peluang pemanfaatan energi tersebut untuk berbagai kegiatan industri.
“Di beberapa tempat, itu sudah terjadi. Dengan pengeringan kopi, beberapa industri yang lain, petrokimia,” katanya.
Pemanfaatan geothermal untuk kegiatan di luar pembangkitan listrik tersebut, menurut Bahlil, menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat sumber energi panas bumi bagi perekonomian.
Mendorong Multiplier Effect Geothermal
Bahlil menilai pengembangan geothermal perlu disertai kreativitas dalam mencari bentuk pemanfaatan lain. Dengan demikian, manfaat geothermal tidak hanya dihitung dari jumlah kapasitas listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari kegiatan ekonomi yang dapat tumbuh di sekitar sumber energi tersebut.
“Saya pikir inilah bagian daripada kreativitas kita. Jadi jangan persepsi kita bahwa geothermal itu hanya didorong untuk di sektor kelistrikan. Harus ada multiplier effect-nya di situ yang akan kita lakukan,” pungkasnya.