Balikpapan — Anggota Komisi I DPR RI Elita Budiati menyoroti masih adanya wilayah tanpa jangkauan sinyal komunikasi di Kalimantan Timur yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama karena berkaitan dengan kebutuhan komunikasi dan koordinasi di kawasan strategis.
Elita menyampaikan hal tersebut saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi I DPR RI ke Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Kogabwilhan II) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2026). E-Media DPR RI
Menurutnya, keterbatasan konektivitas di sejumlah wilayah perlu ditangani melalui koordinasi lintas instansi agar kebutuhan komunikasi masyarakat maupun kepentingan strategis negara dapat tetap terlayani dengan baik.
“Apa yang harus kita lakukan dengan itu? Mungkin ini kan perlu ada koordinasi dengan instansi atau kementerian lain,” ujar Elita.
Ia menilai penguatan jaringan komunikasi perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan wilayah, terutama di kawasan yang memiliki posisi penting dalam sistem pertahanan dan pengawasan nasional.
Elita juga mengaitkan persoalan konektivitas tersebut dengan posisi strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang melintasi Selat Makassar dan Selat Lombok. Jalur tersebut memiliki arti penting bagi pelayaran internasional sekaligus membutuhkan kemampuan koordinasi dan pemantauan yang memadai.
Karena itu, ia menilai peningkatan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan penguatan sarana pendukung pertahanan dan kesiapan operasional Kogabwilhan II.
Selain jaringan komunikasi, Elita juga menyoroti kebutuhan penguatan alat utama sistem persenjataan dan sarana pendukung modern untuk menghadapi perkembangan tantangan keamanan di kawasan tersebut. DPR mencatat perhatian Komisi I terhadap kesiapan Kogabwilhan II juga mencakup kebutuhan pengawasan di wilayah laut dan udara.
Menurut Elita, kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Komisi I DPR RI untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan di lapangan dan mendorong tindak lanjut melalui koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
Ia berharap persoalan konektivitas dan kebutuhan pertahanan di wilayah strategis dapat ditangani secara bertahap melalui sinergi antarlembaga, sehingga mendukung komunikasi masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan negara dalam menjaga kawasan strategis.