Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Percepat Transisi Energi

Denpasar — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Beniyanto meminta PT PLN (Persero) memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah. Pemerataan infrastruktur pengisian daya dinilai penting untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut disampaikan Beniyanto dalam kunjungan kerja reses Komisi XII DPR RI di Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII turut membahas percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan energi terbarukan dan kendaraan listrik.

Menurut Beniyanto, transisi energi perlu dijalankan secara lebih merata dan tidak hanya berpusat di kota-kota besar. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperluas ekosistem kendaraan listrik dengan memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya di berbagai daerah.

“Transisi energi ini sangat membantu negara kami dalam hal persoalan ketergantungan terhadap energi fosil. Sehingga kita terus mendorong pihak PLN untuk melakukan transisi energi, terutama masalah mobil-mobil listrik, agar ketergantungan kepada energi fosil ini, khususnya BBM, juga bisa teratasi,” kata Beniyanto.

Ia menilai minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sudah cukup tinggi. Namun, pemanfaatannya masih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan karena ketersediaan infrastruktur pengisian daya belum merata.

“Mengingat minat masyarakat untuk mobil listrik sudah sangat tinggi, kami meminta PLN agar SPKLU di daerah-daerah lebih diperbanyak lagi,” ujarnya.

Beniyanto juga menyoroti potensi semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik di luar kota besar, termasuk perpindahan kendaraan listrik bekas ke daerah. Kondisi tersebut menurutnya perlu diantisipasi dengan pembangunan SPKLU yang lebih menyeluruh hingga ke wilayah-wilayah kecil.

Selain pengembangan kendaraan listrik, Beniyanto menilai transisi energi perlu didukung dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Pengembangan panas bumi, tenaga air, hingga tenaga angin dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap.

Menurutnya, perluasan SPKLU dan penguatan sumber energi terbarukan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi rendah emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan infrastruktur pengisian daya yang lebih merata, Beniyanto berharap masyarakat di berbagai daerah memiliki akses yang lebih mudah terhadap kendaraan listrik dan transisi energi dapat berjalan secara lebih luas di seluruh Indonesia.

Scroll to Top