Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengapresiasi komitmen pemerintah yang memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap stabil, baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global yang kian berat.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers terkait kebijakan mitigasi risiko dan antisipasi dinamika global yang disampaikan secara daring dari Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).
“Komisi XII DPR memberikan apresiasi tinggi atas komitmen pemerintah yang tegas. Di tengah gejolak geopolitik dunia yang semakin memanas, konflik di Timur Tengah yang masih berlanjut, serta kenaikan harga minyak mentah dunia, banyak negara terpaksa menaikkan harga BBM. Namun Indonesia memilih jalan berbeda,” ujar Bambang, Rabu (1/4/2026).
Ia menilai, keputusan mempertahankan harga BBM merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti nelayan, petani, pedagang kecil, dan pengguna transportasi publik.
“Kita tahu tekanan dari luar sangat besar. Namun pemerintah tidak ingin membebani rakyat kecil dengan kenaikan harga. Ini adalah langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi domestik, dan memastikan roda ekonomi tetap bergerak,” jelasnya.
Bambang juga menegaskan, Komisi XII DPR akan terus mengawal implementasi kebijakan tersebut agar subsidi BBM tepat sasaran, transparan, dan tidak disalahgunakan.
“Pemerintah telah menunjukkan bahwa di tengah badai geopolitik dan geoekonomi, kedaulatan energi dan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Kami di DPR mendukung penuh langkah ini,” pungkasnya.