Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan target politik yang jelas kepada kepengurusan baru Golkar Bali

Bahlil Tantang Golkar Bali Rebut Kursi di 2029

DENPASAR — Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan target politik yang jelas kepada kepengurusan baru Golkar Bali: membalikkan tren penurunan perolehan kursi dan memperkuat kembali keterwakilan partai di parlemen pada Pemilu 2029.

Target itu disampaikan Bahlil setelah melantik Gde Sumarjaya Linggih atau Demer sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2025-2030 di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

Bahlil meminta seluruh struktur Golkar Bali, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi, menjaga soliditas dan bergerak bersama memperbesar kekuatan politik partai.

“Saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar menaikkan kursi di DPR Provinsi, DPR kabupaten/kota, dan juga kalau bisa di DPR RI,” kata Bahlil.

Dorongan tersebut bukan tanpa konteks. Hasil Pemilu 2024 menunjukkan perolehan kursi Golkar di Bali menurun dibandingkan Pemilu 2019.

Di tingkat DPR RI, Golkar hanya memperoleh satu kursi dari daerah pemilihan Bali pada Pemilu 2024. Jumlah itu turun dari dua kursi yang diperoleh pada Pemilu 2019. Data KPU juga mencatat Gde Sumarjaya Linggih menjadi calon Golkar yang memperoleh kursi DPR RI dari Bali pada Pemilu 2024.

Penurunan juga terjadi di DPRD Provinsi Bali. Golkar mendapatkan tujuh kursi pada Pemilu 2024, turun satu kursi dari delapan kursi yang diperoleh pada Pemilu 2019. (RRI.co.id)

Dengan kondisi tersebut, permintaan Bahlil kepada kepengurusan baru Golkar Bali bukan sekadar target menambah angka kursi. Tantangannya adalah membangun kembali mesin organisasi di seluruh tingkatan agar penurunan pada Pemilu 2024 dapat dijawab melalui konsolidasi menuju Pemilu 2029.

Demer kini mendapat mandat untuk mengelola pekerjaan tersebut.

Ia tidak hanya menghadapi tuntutan meningkatkan jumlah kursi di DPRD Bali, tetapi juga memperkuat kembali posisi Golkar di DPRD kabupaten/kota serta membuka ruang untuk menambah keterwakilan di DPR RI.

Empat pekerjaan Golkar Bali

Demer mengatakan Golkar Bali telah menyiapkan empat aspek utama untuk menghadapi Pemilu 2029, yakni sumber daya manusia, jaringan, manajemen, dan logistik.

Empat aspek tersebut menunjukkan bahwa target elektoral yang disampaikan Bahlil diterjemahkan Golkar Bali sebagai pekerjaan organisasi yang harus dipersiapkan jauh sebelum masa kampanye. Demer mengatakan Golkar Bali mulai menyiapkan sumber daya manusia sekaligus memperkuat jaringan hingga tingkat bawah.

“Dalam menyukseskan partai tentu ada beberapa yang harus dipenuhi. Pertama ada orang, kemudian ada jaringan,” kata Demer.

Aspek kedua adalah manajemen. Golkar Bali berencana memperkuat sistem kerja organisasi melalui digitalisasi, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan. Digitalisasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuat kerja organisasi lebih terukur dan terintegrasi.

Dalam konteks politik elektoral, jaringan dan manajemen menjadi penting karena target perolehan kursi tidak hanya ditentukan oleh popularitas kandidat. Partai juga membutuhkan struktur yang mampu bekerja secara konsisten di tingkat bawah.

Aspek keempat adalah logistik. Demer mengakui kebutuhan logistik menjadi bagian yang harus dipikirkan bersama, termasuk dukungan dari DPP Partai Golkar.

Artinya, empat pekerjaan tersebut saling terkait. Sumber daya manusia membutuhkan jaringan, jaringan membutuhkan manajemen, sedangkan seluruh kerja organisasi membutuhkan dukungan logistik.

Dari satu kursi DPR RI menuju target baru

Di tingkat DPR RI, posisi Golkar Bali pada Pemilu 2024 menjadi salah satu indikator utama tantangan tersebut.

Golkar kehilangan satu kursi dibandingkan hasil Pemilu 2019. Dengan hanya satu kursi DPR RI dari Bali pada periode 2024-2029, Bahlil kini meminta struktur baru membuka kembali peluang untuk menambah keterwakilan di Senayan. Tantangan itu juga berlaku pada DPRD Bali.

Perolehan tujuh kursi pada Pemilu 2024 menunjukkan Golkar masih memiliki basis politik di tingkat provinsi, tetapi jumlah tersebut belum kembali ke capaian delapan kursi pada Pemilu 2019.

Di tingkat kabupaten/kota, Golkar memiliki kursi di seluruh wilayah Bali, dengan perolehan yang berbeda-beda. Berdasarkan laporan hasil Pemilu 2024 yang dikutip sejumlah media lokal, Golkar memperoleh 11 kursi di Badung dan Buleleng, tujuh kursi di Denpasar dan Karangasem, enam kursi di Jembrana, lima kursi masing-masing di Bangli dan Gianyar, empat kursi di Tabanan, serta tiga kursi di Klungkung.

Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan Golkar Bali bukan hanya mempertahankan kursi yang sudah ada, tetapi juga memperkuat basis di wilayah yang perolehannya relatif lebih kecil. Karena itu, target 2029 akan sangat bergantung pada kemampuan kepengurusan baru menerjemahkan konsolidasi provinsi ke dalam kerja politik di setiap kabupaten dan kota.

Regenerasi menjadi bagian dari mesin organisasi

Pelantikan pengurus baru Golkar Bali juga membawa agenda regenerasi. Demer mengatakan jajaran DPD I Partai Golkar Bali yang dilantik mencapai 108 kader. Sebanyak 37 persen di antaranya merupakan kader perempuan, sementara 47 orang berasal dari generasi Z.

Komposisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas basis kader sekaligus menyiapkan generasi baru dalam organisasi.

Bahlil sebelumnya juga menekankan bahwa Golkar merupakan partai terbuka yang memberikan ruang kepada kader untuk memiliki kedudukan sesuai aturan organisasi.

Dalam konteks persiapan menuju 2029, regenerasi memiliki arti strategis karena mesin politik membutuhkan kader yang tidak hanya aktif saat pemilu, tetapi mampu membangun jaringan dan kerja organisasi dalam jangka panjang.

Demer pun mengajak kader muda dan Gen Z untuk aktif berorganisasi serta bekerja keras membangun partai.

Dengan demikian, struktur baru Golkar Bali tidak hanya dibebani target perolehan kursi. Mereka juga harus membangun kesinambungan organisasi antara kader berpengalaman dan generasi baru.

Bahlil ingin Golkar tidak berhenti pada kursi

Di tengah target peningkatan kursi, Bahlil juga mengingatkan agar partai tidak semata-mata berorientasi pada hasil elektoral. Ia meminta Golkar menjadi instrumen perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jadikanlah partai ini sebagai instrumen perjuangan, pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam rangka mencerdaskan rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Bali,” ujar Bahlil.

Pesan tersebut memberi dimensi lain terhadap target Pemilu 2029. Perolehan kursi menjadi ukuran elektoral, tetapi Bahlil juga menempatkan kerja pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari fungsi partai. Bagi kepengurusan Demer, dua agenda itu berjalan beriringan: memperkuat organisasi sekaligus memperbesar representasi politik.

Tantangan menuju 2029

Pelantikan pengurus baru Golkar Bali pada akhirnya menandai dimulainya pekerjaan empat tahun menuju Pemilu 2029.

Bahlil telah menetapkan arah berupa peningkatan kursi di DPR RI, DPRD Bali dan DPRD kabupaten/kota. Demer kemudian merespons dengan empat agenda utama: memperkuat SDM, jaringan, manajemen, dan logistik.

Persoalannya kini bukan lagi apakah target tersebut sudah disampaikan, tetapi bagaimana target itu diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang terukur di lapangan.

Penurunan dari dua menjadi satu kursi DPR RI dan dari delapan menjadi tujuh kursi DPRD Bali menjadi titik awal yang harus dijawab kepengurusan baru.

Karena itu, Pemilu 2029 bagi Golkar Bali akan menjadi ujian terhadap kemampuan struktur baru mengonsolidasikan kader, memperluas jaringan, mengelola organisasi secara lebih modern, serta memastikan kesiapan logistik.

Dari Denpasar, pesan Bahlil cukup sederhana: Golkar Bali diminta tidak hanya mempertahankan apa yang sudah dimiliki, tetapi bekerja untuk meningkatkan kembali representasinya di parlemen. Dan pekerjaan itu dimulai jauh sebelum surat suara berada di bilik pencoblosan.

Scroll to Top