Bahlil Minta PLN Identifikasi Rumah Warga yang Belum Berlistrik

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meninjau program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik di wilayah pesisir utara, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Dulu daerah ini (Desa Muara Baru) sudah ada listrik. Tapi tegangannya rendah, sehingga arus yang masuk untuk mengaliri listrik tidak maksimal,” kata Bahlil saat kunjungan ke Karawang, Kamis (15/10/2026).

Ia menyampaikan, program yang saat ini digulirkan ialah meningkatkan arus listrik agar lebih kuat. Upaya tersebut dilakukan dengan memasang trafo berkapasitas 50 kVA serta tiang-tiang listrik.

“Ini adalah program Listrik Desa dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Di Desa Muara Baru juga masih terdapat masyarakat yang rumahnya belum terpasang listrik karena terkendala ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, sebagian warga masih menyambung dari rumah tetangga yang telah memiliki sambungan listrik.

“Untuk warga yang belum memasang listrik, itu kita pasangkan,” kata Bahlil.

Bahlil meminta pemerintah daerah dan PLN setempat mengidentifikasi masyarakat yang rumahnya belum teraliri listrik.

“Saya meminta betul untuk di semua wilayah supaya diidentifikasi rumah yang belum teraliri listrik,” katanya.

Menurut Bahlil, masih terdapat jutaan rumah di sekitar 11 ribu desa di seluruh Indonesia yang belum teraliri listrik.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga masih ditemukan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Bahlil menyampaikan, pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia dapat teraliri listrik pada 2029–2030.

Pada 2026, pemerintah juga menargetkan lebih dari 4.000 rumah memperoleh sambungan listrik.

Melalui program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik, pemerintah menargetkan akses listrik dapat diperluas secara bertahap hingga menjangkau masyarakat yang hingga kini belum menikmati layanan listrik.

Scroll to Top