Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya mineral secara bijaksana agar kekayaan alam Indonesia tidak habis dieksploitasi ketika harga komoditas sedang rendah. Menurutnya, cadangan mineral harus dijaga sebagai kekayaan strategis bangsa yang juga menjadi hak generasi mendatang.
Bahlil menilai pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek. Pemerintah dan pelaku usaha perlu mempertimbangkan keseimbangan antara tingkat produksi, harga komoditas, serta keberlanjutan cadangan mineral nasional.
“Saya tahu mengelola sumber daya alam kita, jangan kita anggap negara ini hanya punya kita. Negara ini masih ada anak cucu kita,” ujar Bahlil dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak perlu memaksakan kegiatan eksploitasi apabila harga mineral di pasar belum memberikan nilai ekonomi yang optimal. Menurutnya, menunda pengambilan sumber daya alam dapat menjadi pilihan untuk memastikan generasi berikutnya tetap memperoleh manfaat dari kekayaan mineral Indonesia.
“Kalau memang hari ini barangnya belum mahal, harganya belum bagus, tinggalkan. Nanti ada Menteri ESDM baru, ada Dirjen baru, ada presiden baru, ada pengusaha baru untuk anak cucu kita untuk kelak mereka mendapatkan harga yang maksimal,” katanya.
Bahlil juga mengingatkan bahwa karakteristik sumber daya mineral berbeda dengan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit. Tanaman sawit dapat terus menghasilkan dan ditanam kembali setelah memasuki masa peremajaan, sementara cadangan mineral yang telah ditambang tidak dapat terbentuk kembali dalam jangka waktu kehidupan manusia.
“Tapi kalau nikel emang bisa berbuah dalam tanah itu? Jadi kalau diambil habis ya enggak bisa berbuah lagi. Jadi pengelolaannya betul-betul harus dengan bijaksana,” tegasnya.
Atas dasar itu, Bahlil mendorong pemerintah, pelaku usaha, dan kalangan akademisi untuk bersama-sama merumuskan model tata kelola pertambangan yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi saat ini dengan keberlanjutan sumber daya alam pada masa depan.
“Nah, saya mohon di forum ini tolong didesain baik. Dibicarakanlah antara pelaku usaha dengan pemerintah dengan akademisi mencari format pengelolaan sumber daya alam kita yang ideal seperti apa,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Bahlil menekankan pentingnya pengendalian produksi dan pengelolaan cadangan mineral secara terukur agar kekayaan alam Indonesia tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan ekonomi saat ini, tetapi juga tetap memiliki nilai bagi generasi yang akan datang.