DENPASAR — Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia membawa lima menteri dan dua wakil menteri ke Bali. Mereka hadir dalam pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030, Sabtu (3/10/2026).
Bahlil menyebut kehadiran tujuh pejabat tersebut sebagai rekor dalam safari politiknya ke daerah. Namun, kehadiran mereka bukan hanya untuk menghadiri acara partai.
Bahlil juga membawa pesan politik yang jelas. Ia meminta Golkar Bali memperkuat organisasi dan menaikkan jumlah kursi di parlemen.
“Ini sebagai bentuk keseriusan dan kesungguhan kami dari DPP Partai Golkar dalam melihat bagaimana perkembangan Golkar di Provinsi Bali,” kata Bahlil di Denpasar.
Bahlil Klaim Cetak Rekor
Bahlil mengatakan belum pernah membawa rombongan pejabat sebanyak itu dalam agenda pelantikan atau musyawarah daerah Golkar.
“Saya mau sampaikan bahwa dalam proses perjalanan safari politik saya, baik dalam musda maupun pelantikan DPD Golkar di seluruh wilayah Indonesia, hari ini adalah mencetak rekor dengan saya membawa lima orang menteri dan dua orang wamen untuk menghadiri pelantikan Golkar Provinsi Bali,” ujarnya.
Lima menteri yang hadir adalah Bahlil sendiri, Muhammad Sarmuji, Wihaji, Mukhtarudin, dan Maman Abdurrahman. Mereka masing-masing memegang jabatan di pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Selain itu, hadir Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani.
Kehadiran mereka menunjukkan besarnya dukungan elite pusat terhadap agenda Golkar di Bali. Pada saat yang sama, Bahlil ingin menunjukkan bahwa kader Golkar memiliki posisi penting di pemerintahan.
Golkar Dorong Kader Muda
Bahlil juga menyoroti banyaknya kader muda yang masuk dalam jajaran pemerintahan.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan Golkar memberi ruang kepada generasi muda. Ia bahkan menyebut generasi Z sebagai salah satu kelompok yang mendapat tempat di partai.
“Jadi saya pikir Partai Golkar adalah salah satu partai yang mengakomodir anak-anak muda, generasi Z,” kata Bahlil.
Karena itu, Bahlil tidak hanya melihat pelantikan pengurus Bali sebagai pergantian struktur. Ia juga melihatnya sebagai kesempatan untuk menyiapkan kader baru. Bahlil menilai pengurus Golkar Bali yang baru memiliki perpaduan antara kader senior dan generasi muda.
“Saya melihat dari wajah-wajah yang dilantik adalah sebuah wajah-wajah yang penuh harapan, wajah-wajah yang merupakan gabungan antara generasi yang lalu dengan generasi yang kini yang akan mewarisi generasi masa depan bangsa,” ujarnya.
Gde Sumarjaya Linggih Pimpin Golkar Bali
Dalam acara tersebut, DPP Golkar resmi melantik pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030. Gde Sumarjaya Linggih ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Bali. Penetapan itu berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor SKEP-166/DPP/GOLKAR/VI/2026.
Ia didampingi I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida sebagai Sekretaris. Sementara itu, I Gede Sudiana dipercaya sebagai Bendahara. Struktur baru tersebut juga diisi 20 wakil bidang serta sejumlah wakil sekretaris dan bendahara.
Dengan susunan baru itu, Golkar Bali mendapat tugas untuk memperkuat organisasi sampai tingkat daerah. Selain itu, pengurus baru harus menyiapkan kader untuk menghadapi persaingan politik berikutnya.
Bahlil Pasang Target Kursi
Setelah pelantikan, Bahlil langsung memberikan target kepada pengurus Golkar Bali. Ia meminta perolehan kursi Golkar meningkat di semua tingkatan. Target tersebut mencakup DPRD kabupaten dan kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI.
Bahlil juga mengingatkan target partai untuk menambah jumlah kursi DPR RI. “Yang pertama adalah kita mempunyai target harus menaikkan kursi dari 102 di DPR RI harus 102 lebih,” tutur Bahlil.
Selanjutnya, ia meminta Golkar Bali ikut mendorong kenaikan kursi partai di tingkat daerah. “Saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar segera menaikkan kursi di DPR provinsi, di DPR kabupaten kota dan juga kalau bisa di DPR RI,” katanya.
Target itu membuat pelantikan pengurus Golkar Bali tidak berhenti pada agenda seremonial. Setelah struktur baru terbentuk, pengurus harus bekerja untuk menghasilkan tambahan kursi.
Tujuh Pejabat dan Pesan untuk Daerah
Kehadiran lima menteri dan dua wakil menteri menjadi bagian penting dari agenda Bahlil di Bali. Ia ingin menunjukkan bahwa DPP memberi perhatian besar kepada organisasi partai di daerah. Namun, ukuran keberhasilan konsolidasi Golkar tidak berhenti pada banyaknya pejabat yang hadir.
Ujian berikutnya ada di tingkat akar rumput. Pengurus baru harus menjaga kekuatan kader, memperluas dukungan, dan mencari calon yang mampu merebut suara pemilih.
Pada akhirnya, target Bahlil cukup jelas. Golkar ingin menambah kursi di parlemen. Karena itu, rekor membawa tujuh pejabat ke Bali hanya menjadi awal. Tantangan sebenarnya bagi Golkar Bali adalah mengubah dukungan dari pusat menjadi kekuatan politik di daerah.