Anggaran ESDM Rp27,37 triliun, 10.068 titik masih butuh akses listrik

Pemerintah mengalokasikan anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp27,37 triliun pada 2027 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, sekitar Rp22,51 triliun atau 82% dari total pagu anggaran ESDM 2027 diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur.

“Ditetapkan pagu Kementerian ESDM tahun 2027 tidak mengalami perubahan seperti apa yang pimpinan sampaikan sebesar Rp27,37 triliun,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (16/9).

Dari total anggaran tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp9,32 triliun untuk pembangunan infrastruktur listrik desa di 1.250 lokasi.

Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar pemerataan akses listrik, khususnya di wilayah yang masih belum mendapatkan layanan kelistrikan secara memadai.

Bahlil mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 10.068 titik desa dan dusun yang membutuhkan penanganan terkait akses listrik.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya akan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga desa dan dusun lain yang membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur energi.

“Maka kita akan melakukan secara adil dari Aceh sampai Papua. Jadi, tapi proporsionalnya adalah daerah-daerah yang memang membutuhkan kecepatan,” tegas Bahlil.

Pemerintah sebelumnya telah melakukan penanganan secara bertahap. Pada program tahun 2025 yang diresmikan pada 2026, sekitar 1.416 titik telah ditangani. Sementara itu, program tahun 2026 mencakup sekitar 1.300 titik.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur kelistrikan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses energi.

Selain pembangunan jaringan listrik desa, pemerintah juga menyiapkan Rp949 miliar untuk program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang menyasar 400.000 rumah tangga.

Bahlil mengatakan mekanisme penetapan penerima manfaat tetap diperlukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, dia meminta persyaratan administratif tidak menjadi penghambat akses listrik.

“Desil itu penting. Tapi jangan kita tunggu desil dulu baru orang lampu nyala. Janganlah. Kita lakukan terobosan. Ini untuk rakyat kok,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengalokasikan Rp5,21 triliun untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 959.232 sambungan rumah.

Sejumlah proyek infrastruktur gas juga masuk dalam anggaran 2027, antara lain Pipa Gas Bumi Dumai-Sei Mangkei sebesar Rp3,95 triliun, Pipa Transmisi Gas Semarang-Solo-Yogyakarta Rp702,38 miliar, dan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Bandung Rp577,56 miliar.

Program lainnya mencakup penyediaan 14.000 paket konverter kit bagi petani, pembangunan tiga unit PLTMH, program kompor listrik, konversi 63.000 unit sepeda motor listrik, serta pembangunan Kapal Geomarin V.

Scroll to Top