Alex Noerdin Wafat, Tantowi Yahya Kenang Sosok Visioner Kader Golkar

Kabar duka datang dari panggung politik nasional. Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin, wafat pada Selasa, 25 Februari 2026, di Jakarta dalam usia 75 tahun.
Alex dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Sumatera Selatan dalam dua dekade terakhir. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode sebelum memimpin Sumatera Selatan pada 2008–2018. Setelah itu, ia melanjutkan kiprah politiknya sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya.
Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Selatan mengalami percepatan pembangunan infrastruktur yang signifikan. Palembang menjelma menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional, termasuk Pesta Olahraga Asia Tenggara 2011 dan Asian Games 2018. Kompleks olahraga Jakabaring menjadi simbol transformasi tersebut, sekaligus menempatkan provinsi itu dalam peta event global.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari politisi senior asal Sumatera Selatan, Tantowi Yahya, yang pernah menjabat anggota DPR RI periode 2009–2014.
“Diluar kesalahan dan kekurangannya, Alex Noerdin adalah salah satu kader terbaik Golkar. Dibawahnya, PG berjaya di Sumsel. Golkar disegani dan dihormati. Dialah bapak sekolah dan berobat gratis, punya visi dan keberanian. Bukan sekedar omon omon. Pembangunan fisik masif terjadi di Sumsel di jamannya. Palembang jadi tuan rumah Seagames, Asian Games dan berbagai event dunia lainnya. Karenanya hadir kompleks olahraga Jakabaring berkelas dunia. Warga Sumsel bangga karena Sriwijaya FC menjuarai Liga Indonesia dan pemainnya menjadi pilar timnas.
Partai Golkar bangga punya Alex Noerdin sebagaimana dia bangga sebagai kader Golkar.
Selamat jalan pak Alex. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosamu dan menerima seluruh amal ibadahmu. Dia tempatkan engkau di surganya yang indah. Jejak dan legasimu akan terus diingat masyarakat Sumsel. Innalillahiwainnailaihirojiun,” ujar Tantowi.
Pernyataan itu mencerminkan bagaimana Alex dipandang sebagai figur yang membesarkan Golkar di Sumatera Selatan sekaligus meninggalkan warisan kebijakan yang terasa langsung oleh masyarakat, mulai dari program sekolah dan berobat gratis hingga pembangunan infrastruktur olahraga.
Warisan politik Alex tentu tak lepas dari dinamika dan kontroversi yang pernah menyertainya. Namun dalam konteks sejarah pembangunan daerah, namanya sulit dilepaskan dari fase akselerasi Sumatera Selatan menuju panggung nasional dan internasional.
Kini, panggung itu telah ditinggalkan oleh salah satu aktor utamanya. Namun jejak kebijakan, proyek fisik, serta memori kolektif warga Sumatera Selatan akan terus menjadi bagian dari narasi panjang provinsi tersebut.

Scroll to Top