Nurul Arifin menegaskan pentingnya peran media digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung kerja-kerja politik Partai Golkar. Menurut dia, berbagai aktivitas politik, sosial, dan elektoral yang dilakukan kader harus disalurkan melalui media agar memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Nurul Arifin dalam pidato penutupan kegiatan yang melibatkan peserta bidang media, digital, dan AI Partai Golkar di Garuda Spark, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Nurul yang bertindak sebagai ketua panitia pelaksana (pampel) menyampaikan bahwa kegiatan telah berlangsung sejak malam sebelumnya hingga hari pelaksanaan. Dia mengapresiasi antusiasme peserta yang tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan meskipun harus menghadapi jadwal yang cukup padat.
“Kami merasakan semua, tadi malam itu lelah sekali, tapi ilmu-ilmu yang di-share itu menarik semuanya,” kata Nurul.
Dia mengatakan, kegiatan tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat diadopsi dan diterapkan oleh para peserta dalam menjalankan tugas organisasi masing-masing. Rekomendasi yang sudah disampaikan oleh peserta lain tidak kembali dimasukkan untuk menghindari pengulangan.
Nurul juga mengusulkan pembentukan grup WhatsApp sebagai sarana distribusi materi yang telah disampaikan selama kegiatan, baik pada sesi malam sebelumnya maupun sepanjang hari pelaksanaan. Menurut dia, distribusi materi melalui grup komunikasi tersebut penting agar seluruh peserta dapat mengakses kembali pembahasan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Nurul secara khusus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia, terutama Ibu Mutia Hafidz, Menkomdigi dan Waketum Bidang Elektoral II Partai Golkar, yang dinilai memiliki peran penting dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan.
Dia juga menekankan bahwa aktivitas politik harus dipandang sebagai investasi politik yang membutuhkan dedikasi dan kerja nyata. Hasil kerja tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari penilaian terhadap kader yang memiliki aspirasi untuk menjadi calon maupun pejabat publik.
“Kalau di politik itu sifatnya investasi politik. Jadi kerja-kerja itu memang dedikasi, dan itu menjadi penilaian,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, partai politik memiliki fungsi rekrutmen yang menjadi salah satu mekanisme dalam mempersiapkan kader untuk menduduki jabatan publik. Karena itu, komitmen dan kontribusi kader dalam menjalankan tugas organisasi menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Dalam pidato penutupannya, Nurul juga mengingatkan pentingnya optimalisasi fungsi organisasi, termasuk Media dan Penggalangan Opini (MPO), Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), serta unit yang bergerak di bidang media digital dan AI.
Dia meminta seluruh unsur tersebut menjalankan peran sesuai alur dan mekanisme yang telah ditetapkan sehingga kerja organisasi dapat berjalan secara terintegrasi.
Nurul menggarisbawahi bahwa terdapat tiga fungsi utama partai politik, yakni fungsi politik, sosial, dan elektoral. Ketiganya harus didukung strategi komunikasi yang efektif agar berbagai aktivitas dan capaian partai dapat diketahui masyarakat.
Dia merujuk pada pesan Sekretaris Jenderal Partai Golkar mengenai pentingnya media sebagai saluran untuk menyampaikan hasil kerja politik kepada publik. “Percuma kalau kita kerja keras tapi tidak disalurkan di media. Jadi ujung-ujungnya semua adalah media,” kata Nurul.
Dia berharap penguatan kapasitas peserta dalam bidang media digital dan AI dapat menjadi bekal untuk meningkatkan efektivitas komunikasi politik Partai Golkar.
Menutup pidatonya, Nurul berharap para peserta dapat terus menjaga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan sebagai bagian dari keluarga besar Partai Golkar. Dia juga berharap rekomendasi kegiatan dapat ditindaklanjuti, termasuk melalui pelaksanaan rapat koordinasi daerah (raporda).
“Semoga kebersamaan ini, persaudaraan ini sebagai keluarga besar partai, bisa terus terjalin, dan membuat kita kalau ke mana-mana pasti bisa bersama, dan tetap dalam satu visi,” ujarnya.