Bambang Patijaya Apresiasi Penguatan Kemandirian Energi dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jakarta — Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi sejumlah capaian sektor energi dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Bambang, penguatan produksi energi dalam negeri, penerapan biodiesel B50, perluasan elektrifikasi, hingga pengembangan energi baru terbarukan menunjukkan arah kebijakan yang semakin berorientasi pada kemandirian energi nasional.

“Kami melihat dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, sektor energi menunjukkan perkembangan yang positif. Pemerintah tidak hanya berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, tetapi juga semakin memperkuat fondasi kemandirian energi nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri dan optimalisasi sumber daya energi yang kita miliki,” ujar Bambang.

Legislator asal Bangka Belitung tersebut menyoroti capaian lifting minyak bumi pada 2025 yang berada di kisaran 605 ribu barel per hari. Menurutnya, capaian tersebut penting di tengah tantangan penurunan produksi alamiah sumur-sumur minyak nasional.

Bambang juga mengapresiasi implementasi biodiesel B50 sejak Juli 2026 sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Kebijakan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan devisa hingga Rp170 triliun per tahun.

Sebagai perbandingan, penerapan B40 sepanjang 2025 disebut menghasilkan penghematan sekitar Rp130 triliun.

“Implementasi B50 merupakan bukti bahwa agenda swasembada energi Presiden Prabowo mulai diwujudkan melalui kebijakan konkret. Kita memiliki potensi sumber daya yang besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Keberhasilan ini harus terus diperkuat melalui peningkatan produksi migas dan pengembangan bahan bakar nabati, termasuk bioetanol, sehingga ketahanan energi nasional semakin kokoh,” katanya.

Selain peningkatan produksi migas dan pengembangan bahan bakar nabati, Bambang turut menyoroti kebijakan pemerintah dalam menjaga harga BBM bersubsidi di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia.

Menurutnya, stabilitas harga energi memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang aktivitas perekonomian nasional.

Bambang juga mengapresiasi perluasan program listrik desa yang sepanjang 2025 telah menjangkau lebih dari 77 ribu pelanggan di 1.516 lokasi.

Sementara itu, pengembangan energi baru terbarukan melalui program PLTS 100 GWp dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses listrik sekaligus memperkuat diversifikasi sumber energi nasional.

Lebih lanjut, Bambang mengapresiasi peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menjalankan agenda kemandirian energi pemerintah.

Menurutnya, peningkatan produksi migas, implementasi B50, pemerataan elektrifikasi, serta percepatan pengembangan energi terbarukan menunjukkan arah kebijakan energi yang semakin terintegrasi.

Meski demikian, Bambang menilai percepatan investasi, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas industri energi nasional tetap diperlukan agar capaian yang sudah diraih dapat terus ditingkatkan.

“Kami di Fraksi Partai Golkar DPR RI akan terus mendukung sekaligus mengawal berbagai kebijakan strategis pemerintah di sektor energi. Kita berharap momentum positif selama dua tahun ini terus diperkuat, sehingga cita-cita swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo dapat diwujudkan secara bertahap,” ujar Bambang.

Ia berharap pembangunan sektor energi ke depan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat ketahanan ekonomi.

“Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan sektor energi harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat daya saing industri, dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional,” pungkas Kapoksi Partai Golkar di Komisi XII DPR RI tersebut.

Scroll to Top