Gubernur Melki Targetkan 10 Persen Lulusan Politani Kupang Jadi Wirausahawan Pertanian

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong 535 lulusan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang untuk berani membangun usaha di sektor pertanian dan perkebunan, tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

Melki bahkan menargetkan sedikitnya 10 persen dari total wisudawan mampu terjun menjadi wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan perekonomian daerah, terutama di wilayah perdesaan.

Dorongan tersebut disampaikan Melki saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Terapan dan Ahli Madya Politani Kupang Periode Oktober 2026, di Student Center Politani Kupang, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Melki, lulusan Politani memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah kekayaan alam NTT menjadi sumber ekonomi produktif. Karena itu, para lulusan diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha berbasis potensi daerah.

“Di sinilah peran strategis dari para lulusan Politani Kupang, sarjana terapan dan ahli madya, untuk juga bisa mengolah potensi NTT dengan baik, dan juga bisa menjadi sumber penghidupan baru,” kata Melki.

Untuk mewujudkan target tersebut, Melki meminta dukungan sektor perbankan, khususnya Bank NTT, agar memberikan pendampingan kepada lulusan Politani yang ingin membangun usaha di bidang pertanian dan perkebunan.

Ia mendorong para wisudawan mulai menyiapkan proposal bisnis, baik secara individu maupun kelompok, sehingga peluang mendapatkan dukungan pembiayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

“Dari 535, 10 persen saja jadi wirausahawan/wiraswasta di bidang pertanian perkebunan, luar biasa. Nanti perbankan kita suruh topang,” ujarnya.

Melki menilai keberanian memulai usaha menjadi salah satu kunci untuk membuka lapangan kerja baru. Dengan dukungan pembiayaan dan kemampuan mengelola potensi lokal, lulusan perguruan tinggi vokasi pertanian diharapkan dapat menjadi pelaku ekonomi produktif di daerahnya sendiri.

Ia juga mengingatkan agar para lulusan tidak terpaku pada keinginan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, peluang untuk membangun usaha dan mengembangkan sektor produktif masih terbuka luas di berbagai wilayah NTT.

“Lihat mana yang bisa dikelola sebagai seorang lulusan Politani, sesuai dengan apa yang bisa dilakukan, kerjakan,” pesannya.

Selain mendorong kewirausahaan, Melki mengajak para lulusan Politani, terutama yang berasal dari desa, untuk kembali ke kampung halaman dan mengembangkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

Ia menilai desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, serta berbagai komoditas unggulan yang memiliki nilai tambah.

Scroll to Top