Kolaborasi Pusat dan Daerah, Dua Rumah KRS di Cilegon Direhab untuk Cegah Stunting

Cilegon – Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat sinergi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, didampingi Wali Kota Cilegon Robinsar, mengunjungi dua rumah warga di Kelurahan Cikerai, Kota Cilegon, sekaligus menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kamis, 5 Februari 2026.

Dalam kesempatan ini, Wihaji, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari peninjauan langsung Keluarga Risiko Stunting (KRS) di daerah. “Kami meninjau langsung Keluarga Risiko Stunting di Kota Cilegon. Secara nasional, jumlah KRS di Indonesia mencapai sekitar 6,9 juta keluarga,” ujar Wihaji.

Wihaji juga menegaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. “Kementerian tidak bisa bergerak sendiri, begitu juga pemerintah daerah. Karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Wihaji juga menjelaskan, salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. “Program ini menyasar berbagai faktor risiko KRS, seperti kondisi rumah yang tidak layak huni, sulitnya akses air bersih, jarak MCK dan dapur yang terlalu dekat, hingga pernikahan dini,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan bantuan pembangunan rumah dan MCK yang layak bagi dua keluarga penerima manfaat. “Saat ini kami membantu membangunkan rumah yang layak dan MCK yang baik dari nol untuk dua rumah. Ini adalah bagian kecil, tetapi kami percaya bahwa menyelamatkan satu orang sama artinya dengan menyelamatkan satu generasi,” tuturnya.

Wihaji juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon atas dukungan yang diberikan dalam upaya pencegahan stunting. “Terima kasih kepada Wali Kota Cilegon atas dukungan dan komitmennya dalam mendukung program-program percepatan penurunan stunting,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan komitmen pemerintah Kota Cilegon dalam mendukung program nasional tersebut. “Kami juga melibatkan berbagai stakeholder terkait agar upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Cilegon dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Robinsar.

Scroll to Top