Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer meminta seluruh kader memperkuat organisasi hingga tingkat paling bawah.

Jelang Pemilu 2029, Demer Minta Golkar Bali Perkuat Jaringan hingga Dusun

Denpasar – Golkar Bali mulai menyiapkan organisasi menghadapi Pemilu 2029. Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, alias Demer, meminta seluruh kader memperkuat organisasi hingga tingkat paling bawah.

Demer menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Bali di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Demer, persaingan menuju Pemilu 2029 dapat semakin ketat. Kondisi itu berkaitan dengan pembahasan mengenai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen.

“Pembahasan mengenai Undang-Undang Pemilu masih berlangsung. Karena itu, sejumlah ketentuan belum final,” kata Demer.

Ia menyebut terdapat pembahasan mengenai kemungkinan parliamentary threshold sebesar 5 persen untuk tingkat pusat. Sementara itu, penerapan ambang batas di tingkat daerah masih menjadi pembicaraan.

“Kalau parliamentary threshold dinaikkan, ini akan terjadi pertarungan yang cukup sengit. Karena tentu semua partai akan mengejar parliamentary threshold itu untuk dapat mendudukkan fraksi di pemilu yang akan datang,” ujarnya.

Empat hal yang menjadi perhatian

Karena itu, Demer meminta Golkar Bali tidak hanya mengandalkan cara kerja konvensional. Ia mendorong penguatan organisasi hingga tingkat paling bawah.

Ada empat hal yang disebut perlu menjadi perhatian. Keempatnya adalah orang atau calon, jaringan, manajemen, dan logistik.

Pertama, Golkar Bali perlu menyiapkan sumber daya manusia untuk menjadi calon legislatif. Demer berharap figur yang diusung tidak sekadar memenuhi komposisi.

Menurut dia, calon juga perlu memiliki popularitas dan elektabilitas. Kedua hal tersebut dinilai berkaitan dengan kemampuan calon dalam mendulang suara.

“Kalau ada orang, artinya bukan hanya orang yang sekadar ditaruh. Saya berharap orang-orang itu yang mampu untuk populer dan mampu untuk menjadi elektabilitas, mampu kepopulerannya untuk bisa menjadikan itu suara,” ujarnya.

Perkuat jaringan hingga dusun

Selanjutnya, Demer menyoroti kekuatan jaringan. Ia mengatakan Golkar sudah memiliki jaringan hingga tingkat kabupaten, kota, dan desa.

Namun, jaringan tersebut dinilai masih perlu diperluas. Demer meminta penguatan organisasi dilanjutkan hingga tingkat dusun.

Menurut dia, jaringan di tingkat bawah akan menjadi bagian dari strategi untuk mendekati masyarakat. Selain itu, jaringan tersebut dapat digunakan untuk menampung aspirasi dan membangun simpati.

“Jaringan itu segera dibangun setelah ini, setelah kita pelantikan ini,” katanya.

Selain jaringan, manajemen juga menjadi perhatian. Demer secara khusus menyoroti pentingnya manajemen berbasis digital.

Program dan manajemen berbasis digital

Menurut Demer, perencanaan program dilakukan melalui Rakerda. Setelah itu, program diorganisasikan dan dijalankan melalui gerakan di tengah masyarakat.

Sementara itu, proses pengawasan akan dibantu dengan sistem digital. Dengan sistem tersebut, perkembangan program dapat dipantau dengan lebih mudah.

Faktor terakhir adalah logistik. Demer menyebut kesiapan logistik sebagai bagian penting dalam menghadapi kontestasi politik.

Ia juga mengingatkan kader agar tidak takut bersaing dalam perebutan kursi legislatif. Menurutnya, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan bahwa sikap terlalu takut bersaing dapat berujung pada hilangnya kursi.

“Jangan takut untuk bersaing dengan yang mempunyai suara. Karena kita sudah punya pengalaman beberapa tempat. Ketika takut bersaing, maka hilang kursi,” ujar Demer.

Ia meminta kader tetap berupaya mengisi setiap kursi yang tersedia. Dengan begitu, Golkar dapat mempertahankan dan memperbesar kekuatan politiknya.

Rencana perubahan desain pemilu

Dalam Rakerda tersebut, Demer juga menyinggung kemungkinan perubahan desain pemilu mendatang. Salah satunya adalah pemisahan pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Ia menyebut ada kemungkinan pileg dilaksanakan terlebih dahulu. Setelah itu, pemilihan presiden digelar.

Demer juga menyinggung kemungkinan pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD. Menurut dia, Partai Golkar sejak awal telah menyuarakan gagasan tersebut dalam Rapimnas.

“Walaupun itu tidak populer, tapi menurut Golkar itu yang terbaik untuk rakyat, maka itulah yang kita suarakan,” katanya.

Kepengurusan Golkar Bali

Selain membahas persiapan Pemilu 2029, Demer mengungkap komposisi kepengurusan Golkar Bali yang akan dilantik. Sekitar 100 orang akan masuk dalam kepengurusan tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar 40 orang disebut berasal dari generasi Z. Namun, keterbatasan jumlah posisi membuat tidak seluruh nama yang diusulkan dapat masuk dalam kepengurusan.

Demer mengatakan ada sejumlah pertimbangan dalam menentukan pengurus. Salah satunya adalah rekam jejak calon pengurus.

“Ada yang catatan masa lalu yang kurang baik tentu kita tinggalkan, karena ini harus melaju dengan cepat Golkar ini,” ujarnya.

Ia kemudian mengibaratkan Golkar sebagai sebuah perahu. Menurut Demer, seluruh bagian harus bergerak menuju tujuan yang sama.

Tidak boleh ada pihak yang mendayung ke belakang atau menggembosi perjalanan. Karena itu, Demer meminta pihak yang belum masuk dalam kepengurusan untuk tidak berkecil hati.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang telah diusulkan tetapi belum dapat terakomodasi. Kesempatan dalam organisasi, kata dia, masih terbuka pada masa mendatang.

“Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya,” kata Demer.

Rakerda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal Golkar Bali. Agenda itu juga dilanjutkan dengan pelantikan kepengurusan yang dijadwalkan dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia pada Sabtu sore.

Scroll to Top