Jakarta, Sinata.id – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menyoroti isu perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta peluang peningkatan perdagangan rempah dengan Korea Selatan.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan dengan delegasi Korea–Indonesia Parliamentary Friendship Group di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Pertemuan yang dikemas dalam agenda Friendly Talk itu mempertemukan Wakil Ketua BKSAP dan anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia–Korea Selatan dengan delegasi parlemen Korea Selatan. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari ketenagakerjaan, perdagangan hingga peluang kerja sama bilateral lainnya.
Anggota GKSB Indonesia–Korea Selatan Abraham Sridjaja menyampaikan jumlah pekerja migran Indonesia di Korea Selatan saat ini mencapai sekitar 60 ribu orang. Angka tersebut bahkan mengalami peningkatan sekitar 11 ribu pekerja pada tahun lalu.
Menurutnya, DPR RI meminta dukungan parlemen Korea Selatan agar memastikan adanya regulasi yang mampu memberikan perlindungan optimal bagi PMI yang bekerja di negara tersebut.
“Kami menyampaikan kepada pihak Korea bahwa saat ini terdapat sekitar 60 ribu pekerja migran Indonesia di sana. Tahun lalu jumlahnya juga bertambah sekitar 11 ribu orang, sehingga kami berharap ada jaminan perlindungan yang jelas bagi para pekerja kita,” ujar Abraham.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Korea–Indonesia Parliamentary Friendship Group Kim Gihyeon menjelaskan bahwa aturan ketenagakerjaan di Korea Selatan pada prinsipnya memberikan perlindungan yang sama bagi pekerja migran maupun pekerja warga negara Korea.
Selain membahas isu ketenagakerjaan, kedua pihak juga menyinggung peluang peningkatan kerja sama ekonomi melalui perdagangan antara pelaku usaha kedua negara, termasuk bagi pengusaha menengah dan pelaku UMKM.
Salah satu langkah yang didorong adalah skema business matching guna membuka peluang ekspor dan impor berbagai produk potensial antara Indonesia dan Korea Selatan.
Dalam diskusi tersebut juga muncul potensi ekspor komoditas rempah-rempah Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kosmetik di Korea Selatan.
“Rempah-rempah yang menjadi bahan baku kosmetik kecantikan menjadi salah satu potensi yang dapat kita dorong dalam kerja sama perdagangan dengan Korea Selatan,” kata Abraham.
Selain sektor ekonomi, pertemuan juga menyinggung potensi kerja sama strategis di bidang pertahanan, termasuk terkait proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tengah dibahas pemerintah kedua negara.
Abraham menyebut pembahasan lebih lanjut mengenai kerja sama tersebut kemungkinan akan diperinci dalam agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan.