Antisipasi Krisis Timur Tengah, DPR Dukung Langkah ESDM Mitigasi Pasokan Migas

Realitarakyat.com Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam memitigasi gangguan pasokan minyak dan gas (migas) global.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mengancam stabilitas energi nasional.

Bambang memperingatkan bahwa akses pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi sekitar 20 persen suplai minyak dunia, berpotensi terganggu atau ditutup akibat konflik. Hal ini menjadi ancaman serius bagi negara pengimpor seperti Indonesia.

Indonesia saat ini masih bergantung pada impor komoditas energi dari kawasan Timur Tengah, termasuk crude oil dan LPG dari Arab Saudi.

Penutupan jalur distribusi di Selat Hormuz dipastikan akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan domestik.

“Dalam situasi geopolitik global yang dinamis, upaya antisipatif sangat penting agar ketahanan energi Indonesia tetap terjaga. Kita tidak bisa berspekulasi mengenai berapa lama potensi gangguan ini akan berlangsung,” tegas Bambang dalam keterangan persnya, Rabu (4/3).

Sebagai solusi jangka panjang, Komisi XII mendorong pemerintah untuk segera melakukan diversifikasi sumber pasokan migas.

Langkah ini bertujuan agar Indonesia memiliki fleksibilitas dan tidak hanya bergantung pada satu kawasan yang rentan konflik.

Ekspansi Pasokan: Memperluas sumber impor ke negara yang lebih stabil secara geopolitik.

Opsi Negara: Mempertimbangkan peningkatan kerja sama dengan Amerika Serikat atau produsen lain dengan jalur distribusi yang lebih aman.

Meskipun stok crude oil nasional saat ini masih berada di kisaran 21 hari dan dinyatakan aman, Bambang mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah.

Ketahanan pasokan migas merupakan pilar utama stabilitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat serta industri.

“Stok memang aman, tapi mitigasi tetap perlu disiapkan sejak dini. Ini menyangkut stabilitas ekonomi nasional,” pungkas politisi asal Bangka Belitung tersebut.

Scroll to Top