JAKARTA – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025 Partai Golkar resmi menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Beeberapa di antaranya adalah mendorong pembentukan koalisi permanen sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa tujuan dari koalisi permanen adalah untuk memastikan setiap kebijakan strategis pemerintah memperoleh dukungan politik yang stabil. Selainitu, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta menjaga kesinambungan pembangunan nasional dalam jangka panjang.
Bahlil menjelaskan bahwa koalisi permanen merupakan bentuk transformasi pola kerja sama politik. Dari yang semula sekadar koalisi elektoral bersifat taktis menjadi koalisi yang lebih ideologis dan strategis. Kerja sama ini didasarkan pada kesamaan platform serta agenda kebijakan. Diharapkan, peran koalisi tidak lagi terbatas hanya untuk memenangkan kontestasi pemilihan presiden, melainkan menjadi fondasi stabilitas politik. Ini merupakan prasyarat utama pembangunan berkelanjutan.
“Koalisi Permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden,” kata dia.
Pilkada Dipilih DPRD
Selain isu koalisi nasional, Rapimnas Golkar juga mengeluarkan rekomendasi agar mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dikembalikan melalui DPRD.
“Partai Golkar mengusulkan Pemilihan Kepala Daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,” kata Bahlil.
Bahlil menyatakan bahwa usulan ini merupakan wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat yang tetap menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi publik dalam proses pelaksanaannya. Sementara itu, terkait sistem Pemilihan Umum, Partai Golkar merekomendasikan perbaikan dan penyempurnaan pada sistem proporsional terbuka. Hal ini dengan membenahi aspek teknis penyelenggaraan serta tata kelola demi mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.
Di samping penguatan sistem politik formal, Partai Golkar juga menyoroti pentingnya penguatan peran masyarakat sipil (civil society) dan masyarakat algoritma (algorithm society) sebagai pilar demokrasi di Indonesia. “Termasuk dalam menciptakan ruang digital yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab,” kata dia.
Penguatan ini bertujuan untuk membangun jembatan antara masyarakat dan negara. Selain itu, memperluas ruang partisipasi politik yang lebih bermakna, serta menciptakan ruang digital yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat.
Agenda yang berlangsung di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Sabtu (20/12) ini merupakan Rapimnas pertama di bawah kepemimpinan Bahlil . Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menambahkan bahwa pertemuan ini bersifat internal dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat provinsi. Ini dilakukaan agar fokus membahas persoalan organisasi serta menetapkan arah strategis partai ke depan tanpa mengundang pihak eksternal.