Sekjeeen Golkar, Muhamad Sarmuji dan Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia (kanan).

Rapimnas Partai Golkar, Prioritaskan Konsolidasi Internal Partai

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar tahun ini diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi. Rapimnas tersebut menjadi yang pertama digelar pada periode kepengurusan saat ini, sehingga pembenahan internal ditempatkan sebagai fokus utama.

Sarmuji menyampaikan bahwa meskipun Rapimnas yang digelaar Sabtu (20/12/220225) juga membahas isu-isu kebangsaan, forum ini lebih diarahkan untuk memastikan struktur dan kerja organisasi partai berjalan solid dan terkoordinasi.

“Karena ini Rapimnas pertama dalam periode ini, penekanannya lebih ke internal. Meski begitu, isu-isu politik kebangsaan tetap dibahas,” ujar Sarmuji, Kamis (18/12).

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI itu menjelaskan, sejumlah agenda strategis akan menjadi pembahasan Rapimnas, mulai dari penataan peraturan organisasi, pemantapan program-program prioritas, hingga perumusan rekomendasi kebijakan partai ke depan.

Menurut Sarmuji, fokus internal tersebut juga menjadi alasan Rapimnas kali ini tidak melibatkan pihak di luar struktur partai. “Karena sifatnya internal, kami tidak mengundang unsur eksternal untuk hadir di Rapimnas,” katanya.

Menanggapi isu penanganan bencana, khususnya di wilayah Sumatra, Sarmuji mengatakan Partai Golkar telah bergerak cepat dengan mengerahkan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ke lokasi terdampak tak lama setelah bencana terjadi. Selain itu, posko-posko bantuan juga telah diaktifkan untuk membantu kebutuhan masyarakat.

Ke depan, kata dia, kesiapsiagaan partai dalam menghadapi potensi bencana akan diperkuat melalui pembentukan tim kebencanaan yang lebih solid. “Mengingat potensi bencana yang meningkat, kami akan menyiapkan tim kebencanaan yang lebih kuat dan terstruktur, dan itu akan dibahas dalam Rapimnas ini,” ujar Sarmuji.

Rapimnas tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi internal Golkar sekaligus penguatan peran partai dalam merespons berbagai persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan

Scroll to Top