Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan koalisi permanen kepada Presiden Prabowo Subianto. Usulan itu disampaikan pada puncak HUT ke-61 Golkar di Istora Senayan.
Bahlil menyebut pemerintahan kuat membutuhkan stabilitas politik jangka panjang. Ia ingin koalisi pendukung pemerintahan tidak keluar masuk sesuka hati.
“Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini izinkan kami memberikan saran perlu dibuatkan koalisi permanen,” kata Bahlil,
Ia menegaskan koalisi harus solid mendukung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Bahlil meminta seluruh partai berkomitmen bersama dalam suka dan duka.
Menurutnya, koalisi permanen membutuhkan keberanian serta sikap gentle para pemimpin partai. Ia menilai kerja bersama lebih efektif dengan fondasi loyalitas.
“Jangan koalisi in-out, jangan koalisi di sana senang di sini senang di mana-mana hatiku senang,” tutur Bahlil.
“Sudah harus kita mempunyai prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar. Kalau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau senang, senang bareng-bareng, dan ini dibutuhkan gentleman, gentleman yang kuat,” lanjutnya.
Prabowo dan Gibran hadir dalam acara tersebut mendengarkan langsung usulan politik itu. Suasana Istora tetap kondusif sepanjang penyampaian gagasan koalisi permanen.
Momentum HUT Golkar menjadi panggung Bahlil untuk menegaskan posisi partai. Golkar disebut siap mendukung pemerintah tanpa sikap ambigu.
Acara ditutup dengan seruan persatuan dari pimpinan Golkar. Para kader memberikan respons positif terhadap ajakan konsolidasi politik itu.