Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar Bambang Patijaya menilai gangguan distribusi BBM dan listrik di Aceh pascabencana banjir dan longsor terutama dipicu kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Ia menyebut pemulihan jaringan jalan dan kelistrikan menjadi fondasi utama sebelum suplai energi kembali pulih. Fokus pemulihan energi Aceh menjadi perhatian Komisi XII dalam rapat kerja bersama Menteri Lingkungan Hidup.
“Terkait dengan distribusi BBM dan listrik itu, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pertamina Patra Niaga dan BP Migas,” ujar Bambang. Ia ingin memastikan mekanisme distribusi tetap berjalan meski infrastruktur masih dalam kondisi bermasalah.
Bambang menyampaikan laporan awal menunjukkan beberapa wilayah masih berada pada fase pemulihan awal sehingga gangguan distribusi belum bisa dihindari sepenuhnya. Komisi XII akan melakukan pengecekan lanjutan untuk menilai percepatan penanganan. “Kami ingin memastikan bahwa situasi harusnya lebih cepat pulih,” tegas Bambang Patijaya.
Menanggapi pernyataan Pemerintah Aceh bahwa stok BBM aman tetapi distribusi terhambat karena padamnya listrik di SPBU, Bambang menilai kondisi itu konsekuensi logis dari bencana. “Gara-gara bencana ini infrastruktur menjadi kendala: jalan putus, tiang listrik tumbang, juga problem lainnya,” paparnya. Ia menyebut proses pemulihan butuh waktu agar sistem kembali normal.
Lebih jauh, ia menilai bencana berulang menjadi sinyal perlunya pengawasan lingkungan lebih kuat. Dalam rapat dengan Menteri Lingkungan Hidup, Komisi XII mendorong peningkatan ketegasan pemerintah terhadap kepatuhan lingkungan. Tujuannya mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.
“Kami meminta kepada Menteri Lingkungan Hidup untuk lebih tegas dan garang dalam pengawasan kepatuhan lingkungan, agar hal seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.
Meta description: Pemulihan energi Aceh terkendala kerusakan infrastruktur setelah banjir dan longsor. Komisi XII DPR RI menyoroti distribusi BBM dan listrik serta mendesak pengawasan lingkungan lebih tegas.