Menkomdigi ingatkan pemuda gunakan internet untuk dorong produktivitas

Sragen, Jawa Tengah ANTARA – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda di desa, untuk menggunakan akses internet dalam mendorong produktivitas sektor unggulan di daerahnya.

Dia menyampaikan hal tersebut saat meresmikan program Kampung Internet di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang membuka 87 titik akses internet di dua desa yakni Desa Sribit dan Desa Tlogotirto.

“Kita harapkan ketika (akses internet) masuk ke desa-desa ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang meningkatkan produktivitas sektor utama di daerah-daerah sekitar. Jadi itu titipan kita, khususnya kepada anak-anak muda, agar ini menjadi pemanfaatan untuk produktivitas,” kata Meutya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Rabu.

Misalnya di bidang pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi sektor ekonomi unggulan di Kabupaten Sragen.

Dia mencontohkan, petani di Kabupaten Sragen menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk budidaya padi dan buah melon. Dengan begitu, efisiensi dan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan. Hasil panen pun memiliki kualitas yang lebih baik.

“Pemupukannya turun jadi 50 persen dari kebutuhan biasa, jadi jauh lebih efisien. Kami harapkan penggunaan internet ini mungkin bisa difokuskan untuk hal-hal yang produktif dan jangan untuk hal-hal yang negatif,” ujar Meutya.

Diketahui, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan, program Kampung Internet di Sragen merupakan bagian dari target pemerintah untuk memperluas jangkauan infrastruktur digital sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Di tahun 2029 diharapkan dapat mencapai 90 persen jangkauan fiber optik untuk di kecamatan, tingkat penetrasi fixed broadband pada rumah tangga sebesar 50 persen, serta kecepatan layanan internet mencapai 100 Mbps,” kata Wayan.

Ia menjelaskan, pemerintah terus berupaya mempercepat pemerataan konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia, baik melalui jaringan fiber optik, Radio Link, VSAT, maupun satelit.

Wayan menegaskan, pelaksanaan program Kampung Internet juga menitikberatkan pada keberlanjutan layanan serta peningkatan kapasitas masyarakat desa agar mampu mengelola jaringan secara mandiri.

“Semua ini menjadi bagian dari upaya memastikan program tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur saja tapi juga mencakup keberlanjutan layanan dan penguatan kapasitas serta pemberdayaan sumber daya lokal,” ujar Wayan.

Scroll to Top